RADARSITUBONDO.ID - Presiden Donald Trump menutup rapat kabinetnya pada Selasa (2/12) dengan komentar yang menarik perhatian tentang imigran Somalia yang tinggal di Amerika Serikat.
Setelah pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam, dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis, Trump dengan tegas mengungkapkan bahwa dia tidak mau imigran Somalia ada di negaranya.
Presiden tersebut mengatakan bahwa komunitas Somalia telah menyebabkan kerugian besar untuk negara bagian Minnesota, sampai miliaran dolar, dan tidak memberikan manfaat apa pun.
Baca Juga: Bareskrim Investigasi Ribuan Gelondongan Kayu yang Terseret Banjir Bandang Sumatera
"Saya tidak ingin mereka di negara kita. Saya akan berbicara jujur dengan Anda. Seseorang mungkin akan bilang, 'Oh, itu tidak sopan. ' Tapi saya tidak peduli," kata Trump.
Ia juga menambahkan bahwa negara dari mana mereka berasal memiliki banyak masalah, jadi Amerika tidak mau mereka berada di sini.
Komentar ini muncul bersamaan dengan rencana dari Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang akan melaksanakan operasi khusus untuk menangkap imigran Somalia yang tidak memiliki dokumen di daerah Twin Cities, Minnesota.
Seorang pejabat pemerintah AS menyebutkan bahwa ICE berniat mengerahkan lebih banyak sumber daya ke wilayah Minneapolis-St. Paul untuk melakukan tindakan hukum terhadap orang-orang yang sudah ada perintah deportasinya.
Baca Juga: iPhone 13 Makin Terjangkau! Harga Turun Drastis di Desember 2025, Cek Sekarang
Walikota Minneapolis, Jacob Frey, menjawab dengan menyatakan dukungannya kepada komunitas Somalia, menegaskan bahwa Minneapolis bangga menjadi rumah bagi komunitas Somalia terbesar di negara ini.
Pihak kepolisian Minneapolis juga menegaskan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam operasi penegakan imigrasi yang dilakukan oleh pemerintah federal.
Editor : Ali Sodiqin