RADARSITUBONDO.ID - Upaya diplomatik terbaru untuk menyelesaikan konflik di Ukraina mengalami kebuntuan setelah lima jam pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin, utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff, dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner. Pertemuan tersebut berlangsung hingga tengah malam pada Selasa (2/12/2025) di Kremlin.
Yuri Ushakov, ajudan utama Presiden Rusia, mengonfirmasi bahwa belum ada kesepakatan yang dicapai terkait isu penting pembagian wilayah Ukraina yang dikuasai oleh Rusia. Meskipun diskusi dianggap sangat produktif dan bermanfaat, negosiasi belum menghasilkan kesepakatan yang jelas.
Ushakov menyatakan bahwa beberapa usulan yang diajukan oleh pihak AS tidak cocok untuk Rusia, dan upaya akan dilanjutkan. Delegasi Amerika menyampaikan tawaran perdamaian yang telah diperbaiki, setelah adanya kritik tajam dari Ukraina dan sekutunya terhadap draf sebelumnya yang terdiri dari 28 poin, yang dinilai lebih berpihak pada Moskow.
Baca Juga: Trump Hentikan Imigrasi dari 19 Negara, Myanmar dan Laos Termasuk dalam Daftar
Putin menunjukkan sikap tegas sebelum pertemuan dengan mengungkapkan bahwa kota Pokrovsk yang baru saja direbut adalah lokasi yang sangat strategis. Pasukan Rusia kini menguasai lebih dari 19 persen wilayah Ukraina, jumlah yang meningkat dibandingkan tahun lalu. Rusia terus mendesak Kyiv untuk menyerahkan wilayah yang diklaim sebagai haknya, termasuk seluruh kawasan Donbas.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang sedang berkunjung ke Irlandia, meminta perdamaian yang bermartabat dan menegaskan bahwa tidak ada solusi yang mudah serta tidak ada keputusan yang bisa diambil tanpa melibatkan Ukraina. Ia menekankan bahwa mempertahankan integritas teritorial tetap menjadi tantangan terbesar dalam proses negosiasi.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dalam wawancara di Fox News, menyatakan bahwa pembicaraan telah menunjukkan beberapa kemajuan, terutama mengenai jaminan keamanan untuk Ukraina.
Namun, pernyataan ini bertentangan dengan kenyataan bahwa kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan mengenai isu-isu pokok, termasuk batas wilayah yang menjadi sumber sengketa utama.
Editor : Ali Sodiqin