RADARSITUBONDO.ID - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memulai kunjungan resmi selama tiga hari ke China dengan mengunjungi Kota Terlarang pada Rabu (3/12).
Kunjungan ini menjadi langkah penting untuk mengurangi ketegangan dalam hubungan perdagangan antara Uni Eropa dan Beijing yang semakin meningkat.
Pada Kamis (4/12), Macron mengadakan pertemuan resmi dengan Presiden China, Xi Jinping, di Beijing. Kedua pemimpin dijadwalkan untuk melanjutkan pembicaraan mereka dalam perjalanan menuju Chengdu, ibukota Provinsi Sichuan, pada Jumat (5/12). Kunjungan ini merupakan yang keempat kalinya Macron mengunjungi Negeri Tirai Bambu sebagai pemimpin negara.
Baca Juga: Leeds United Pecundangi Chelsea 3-1, Keluar dari Zona Degradasi
Agenda utama pertemuan ini adalah menyelesaikan konflik perdagangan yang melibatkan berbagai sektor industri. Macron berusaha untuk menghindari penerapan tarif pada ekspor produk susu dan daging babi Prancis ke China.
Beijing mempertimbangkan tarif itu sebagai tanggapan atas keputusan Uni Eropa yang menerapkan tarif hingga 45 persen untuk kendaraan listrik yang diproduksi di China, langkah yang didukung oleh Paris.
Macron disertai oleh delegasi bisnis yang terdiri dari wakil sektor energi, pangan, dan penerbangan. Kedua negara diharapkan untuk menandatangani beberapa kesepakatan bilateral.
Prancis berharap dapat menarik lebih banyak investasi dari perusahaan-perusahaan China dan sekaligus memperluas akses pasar bagi produk Prancis.
Baca Juga: Brace Watkins Pimpin Pembalasan Aston Villa, Brighton Takluk 3-4
Uni Eropa mengalami defisit perdagangan dengan China yang melebihi 300 miliar euro pada tahun 2024. Beijing menyumbang 46 persen dari total defisit perdagangan Prancis.
Menurut analis dari Rhodium Group, Noah Barkin, Macron dihadapkan pada tantangan untuk menyampaikan pesan tegas kepada Beijing tanpa meningkatkan ketegangan yang berpotensi menyebabkan perang dagang.
Selain urusan perdagangan, Macron juga akan membahas isu geopolitik seperti Taiwan dan upaya untuk mencapai kesepakatan damai terkait konflik Rusia-Ukraina.
Macron sedang mempertimbangkan untuk mengundang Xi Jinping ke KTT G7 yang akan diadakan di Prancis tahun depan.
Kementerian Luar Negeri China menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Paris dalam meningkatkan kerjasama multilateral dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi stabilitas hubungan China-Uni Eropa.
Editor : Ali Sodiqin