RADARSITUBONDO.ID - Angkatan Udara Jerman mengungkapkan telah mengirim lima pesawat tempur Eurofighter beserta sekitar 150 anggota militer ke Polandia menyusul beberapa pelanggaran wilayah udara NATO oleh drone Rusia. Tindakan tegas ini dilakukan saat ketegangan antara Moskow dan NATO semakin meningkat.
Kepala Angkatan Udara Jerman, Holger Neumann, menjelaskan bahwa pengiriman armada ini merupakan dukungan yang kuat terhadap Polandia dan semua anggota NATO.
Pesawat-pesawat tempur tersebut akan beroperasi sebagai bagian dari misi Penjaga Timur NATO dan akan berada di kota Malbork hingga bulan Maret tahun depan.
Baca Juga: Kontroversial! Pengadilan Jerman Larang Hakim dan Jaksa Muslim Berhijab di Persidangan
Menariknya, lokasi Malbork dipilih karena letaknya yang strategis, hanya sekitar 80 kilometer dari enklave Rusia di Kaliningrad.
Posisi ini memberikan kemampuan untuk merespons dengan cepat terhadap segala ancaman yang mungkin muncul di wilayah tersebut.
Ketegangan ini bermula ketika Polandia melaporkan 19 insiden pelanggaran wilayah udara oleh drone Rusia pada bulan September.
Dalam kasus ini, pesawat tempur Polandia berhasil menembak jatuh beberapa drone yang masuk ke dalam wilayahnya - ini menjadi momen pertama bagi anggota NATO melepaskan tembakan sejak Rusia menginvasi Ukraina.
Baca Juga: Presiden Prancis Bertemu Xi Jinping, Fokus pada Keseimbangan Perdagangan
Sebagai respons terhadap peningkatan ketegangan ini, NATO meluncurkan operasi khusus yang disebut Eastern Sentry, yang melibatkan Denmark, Prancis, Jerman, Inggris, dan negara-negara anggota lainnya.
Operasi tersebut mencakup penempatan dua jet F-16 dari Denmark, tiga jet Rafale dari Prancis, serta empat Eurofighter dari Jerman.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan bahwa agresi Rusia tidak dapat diterima dan mengancam karena melanggar kedaulatan salah satu anggota NATO.
Eastern Sentry dibentuk untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan pertahanan di sisi timur aliansi, membentang dari ujung utara hingga Laut Hitam dan Mediterania.
Selain Polandia, Jerman juga mengirim Eurofighter ke Rumania sebagai bagian dari usaha untuk memperkuat sisi timur NATO.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menekankan bahwa pelanggaran ini bukanlah kesalahan biasa, melainkan tindakan yang disengaja dan membawa negara mereka lebih dekat kepada konflik bersenjata.
Editor : Ali Sodiqin