RADARSITUBONDO.ID - Yasser Abu Shahab, pemimpin kelompok bersenjata Pasukan Populer yang melawan Hamas, meninggal dunia pada Kamis (4/12/2025) di Rafah, wilayah selatan Gaza.
Pria berusia sekitar 30 tahun itu dilaporkan tewas akibat tembakan saat berusaha menyelesaikan masalah keluarga di pusat kota Rafah, kawasan yang kini sepenuhnya dikuasai oleh Israel.
Tentara Israel berupaya membawa Abu Shahab ke rumah sakit di bagian selatan Israel, namun ia tidak dapat diselamatkan. Kelompok Pasukan Populer yang dipimpinnya telah mengonfirmasi kematian sosok yang penuh kontroversi ini melalui unggahan di Facebook.
Baca Juga: Kontroversial! Pengadilan Jerman Larang Hakim dan Jaksa Muslim Berhijab di Persidangan
Abu Shahab, yang berasal dari suku Badui Tarabin, muncul sebagai sosok penentang lokal terhadap Hamas sepanjang konflik di Gaza.
Ia pernah dipenjara oleh Hamas pada tahun 2015 karena tuduhan perdagangan narkoba dan dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun. Pada bulan Oktober 2023, ia melarikan diri ketika penjara menjadi sasaran serangan udara Israel.
Kelompok yang ia pimpin dituduh telah mencuri bantuan kemanusiaan yang sangat diperlukan warga Gaza dan secara sengaja menghalangi masuknya truk-truk bantuan ke Gaza utara.
Laporan internal dari PBB bahkan menyebut kelompoknya sebagai pelaku utama dalam tindakan penjarahan yang sistematis terhadap konvoi bantuan.
Baca Juga: Presiden Prancis Bertemu Xi Jinping, Fokus pada Keseimbangan Perdagangan
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui pada bulan Juni bahwa Israel memberikan dukungan kepada kelompok bersenjata di Gaza untuk melawan Hamas, meskipun Abu Shahab sendiri membantah adanya kerja sama dengan Israel.
Namun, media di Israel melaporkan bahwa kelompoknya menerima pasokan senjata, kendaraan, serta dukungan taktis dari militer Israel.
Hamas menjadikan Abu Shahab sebagai target utama dan menudingnya sebagai seorang pengkhianat.
Pengadilan Revolusioner Hamas pada bulan Juli 2025 memberinya waktu sepuluh hari untuk menyerahkan diri dengan tuduhan pengkhianatan, berkolaborasi dengan pihak musuh, membentuk kelompok bersenjata, dan melakukan pemberontakan.
Kematian Abu Shahab disambut dengan perayaan oleh warga Gaza, di mana kerumunan turun ke jalan membagikan permen dan menembakkan senjata ke udara.
Keluarga besarnya bahkan mengungkapkan bahwa mereka berpisah darinya karena mendukung pasukan pendudukan.
Editor : Ali Sodiqin