RADARSITUBONDO.ID - Menteri Dalam Negeri Benin, Alassane Seidou, menegaskan bahwa usaha kudeta yang dilakukan oleh sekelompok tentara pada Minggu dini hari (7/12/2025) telah berhasil digagalkan.
Angkatan Bersenjata Benin dan para pemimpin yang setia kepada negara berhasil menjaga keadaan tetap aman.
Baca Juga: Timnas Badminton Putri Indonesia Siap Hadapi Malaysia dalam Semifinal SEA Games
Sekelompok kecil tentara yang menyebut diri mereka "Komite Militer untuk Reformasi" sempat tampil di televisi nasional untuk mengumumkan bahwa mereka menggulingkan Presiden Patrice Talon.
Mereka memilih Letnan Kolonel Pascal Tigri sebagai pemimpin komite militer dan mengumumkan bahwa konstitusi ditangguhkan dan lembaga negara dibubarkan.
Baca Juga: Runtuhkan Dominasi Verstappen, Lando Norris Raih Trofi Juara F1 Perdana
Namun, pemerintah segera memberikan respons yang menyatakan bahwa situasi dapat terkendali. Sumber dari pihak presiden menyatakan bahwa kelompok pemberontak hanya berhasil menguasai stasiun televisi dan tidak berhasil menguasai rumah atau kantor presiden.
Suara tembakan terdengar di Camp Guezo, dekat rumah resmi presiden di Cotonou, yang membuat Kedutaan Besar Prancis menyarankan warganya untuk tetap di dalam rumah.
Empat belas orang ditangkap karena terlibat dalam usaha kudeta ini, termasuk 12 orang yang masuk ke kantor televisi nasional.
Presiden Talon, yang sudah menjabat sejak 2016, direncanakan akan menyelesaikan masa jabatannya yang kedua pada April 2026 setelah pemilihan presiden.
Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) sangat mengecam tindakan tidak konstitusi ini dan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah dan rakyat Benin untuk menjaga konstitusi serta keutuhan wilayah negara.
Editor : Ali Sodiqin