RADARSITUBONDO.ID - Venezuela secara resmi mengangkat 5. 600 personel militer baru pada Sabtu (6/12), di fasilitas militer Fuerte Tiuna yang berada di Caracas, sebagai reaksi terhadap peningkatan tekanan dari angkatan bersenjata Amerika Serikat di wilayah Karibia.
Upacara yang dipimpin oleh Kolonel Gabriel Alejandro Rendon Vilchez ini terjadi saat Washington meningkatkan kekuatan armada lautnya di perairan Karibia, termasuk mengerahkan kapal induk terbesar di dunia dengan alasan untuk memerangi perdagangan narkoba.
Baca Juga: Timnas Badminton Putri Indonesia Siap Hadapi Malaysia dalam Semifinal SEA Games
Presiden Nicolas Maduro sebelumnya telah meminta percepatan rekrutmen militer sebagai respons terhadap rangkaian operasi AS yang menargetkan lebih dari 20 kapal dan mengakibatkan kehilangan banyak nyawa.
Washington menuduh Maduro memimpin jaringan narkoba bernama Cartel of the Suns, yang bulan lalu dicap sebagai organisasi teroris.
Maduro membantah tuduhan itu dan menegaskan bahwa kehadiran militer AS bertujuan untuk menggulingkan pemerintahannya serta menguasai cadangan minyak Venezuela yang termasuk yang terbesar di dunia.
Dalam acara pelantikan, Kolonel Rendon menyatakan, "Dalam kondisi apapun kami tidak akan membiarkan adanya invasi dari kekuatan imperialis. "
Baca Juga: Runtuhkan Dominasi Verstappen, Lando Norris Raih Trofi Juara F1 Perdana
Berdasarkan data resmi, Venezuela saat ini memiliki sekitar 200.000 tentara aktif dan tambahan 200.000 anggota polisi. Penambahan 5 600 tentara ini merupakan bagian dari kebijakan pertahanan negara untuk menghadapi tekanan geopolitik yang semakin meningkat.
Di tengah ketegangan militer, situasi politik di dalam negeri Venezuela juga semakin menghangat. Seorang mantan gubernur oposisi, Alfredo Diaz, dilaporkan meninggal di penjara pada hari yang sama.
Ia adalah oposisi keenam yang meninggal di penjara sejak November 2024 setelah gelombang demonstrasi yang mengakibatkan 28 kematian dan sekitar 2.400 penangkapan setelah pemilihan presiden pada bulan Juli lalu.
Editor : Ali Sodiqin