RADARSITUBONDO.ID - Puluhan ribu tentara Israel mengalami masalah serius dengan kesehatan mental mereka setelah terlibat dalam konflik di Gaza yang dimulai pada bulan Oktober 2023.
Menurut data dari militer, sekitar 85.000 anggota telah meminta bantuan untuk masalah kesehatan mental sejak perang dimulai.
Kementerian Pertahanan Israel mencatat bahwa hampir 11.000 tentara mengalami masalah kesehatan mental, seperti PTSD, depresi, dan kecemasan.
Angka ini mewakili lebih dari sepertiga dari total 31.000 tentara yang mengalami masalah serupa sepanjang sejarah konflik Israel sejak tahun 1948.
Baca Juga: Prabowo Minta Mendagri Copot Bupati Aceh Selatan yang Umrah Saat Bencana
Sebuah studi dari Universitas Tel Aviv menemukan bahwa 12 persen tentara cadangan yang pulang dari Gaza menunjukkan tanda-tanda PTSD yang serius, membuat mereka tidak cocok untuk menjalani tugas militer lagi.
Jumlah kasus bunuh diri juga meningkat dengan signifikan, dari rata-rata 13 kasus per tahun sebelum perang menjadi 21 kasus pada tahun 2024.
Baca Juga: Siksorogo Lawu Ultra 2025 Berduka, Dua Peserta Tewas di Jalur Lomba
Salah satu contoh yang sangat menyedihkan adalah Eliran Mizrahi, seorang operator buldoser D9 yang berusia 40 tahun dan didiagnosis mengalami PTSD setelah bertugas di Gaza.
Ia mengalami kemarahan, kesulitan tidur, dan mulai menjauh dari orang lain sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Profesor Yair Bar-Haim dari Pusat Nasional Trauma Universitas Tel Aviv memperingatkan bahwa Israel sedang menghadapi "darurat kesehatan mental" dan mendorong pemerintah untuk mencari solusi jangka panjang agar bisa menangani peningkatan kasus PTSD di kalangan tentara.
Editor : Ali Sodiqin