RADARSITUBONDO.ID - Militer Thailand menggerakkan pesawat tempur F-16 untuk menyerang lokasi artileri Kamboja pada Senin (8/12), setelah insiden penyerangan lintas batas yang mengakibatkan satu tentara Thailand tewas dan dua lainnya terluka.
Kamboja dilaporkan telah meluncurkan roket BM-21 ke area pemukiman Thailand di Ban Sai Tho 10, yang terletak dalam distrik Ban Kruat, Buri Ram, pada pagi hari tersebut. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa atau luka akibat serangan roket itu.
Respon dari Thailand dilakukan pada pukul 07.10 pagi, menargetkan fasilitas pendukung senjata Kamboja di dekat perlintasan Chong An Ma, tempat yang menjadi lokasi awal serangan.
Juru bicara Angkatan Darat Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvaree, menekankan bahwa tindakan militer dilakukan terhadap instalasi yang digunakan untuk menyerang pangkalan militer Anupong.
Baca Juga: Asia Artist Awards 2025: Stray Kids Borong Trofi, IVE Raih Song of the Year
Perkelahian sengit terjadi di sepanjang batas negara, terutama di Chong An Ma, Hill 677, Huai Tamalia, wilayah Khna, dan Prasat Ta Muen Thom. Militer Thailand telah memberikan instruksi kepada semua unit untuk menggunakan kekuatan penuh demi melindungi masyarakat dan kedaulatan negara.
Angkatan Udara Kerajaan Thailand menegaskan bahwa serangan udara mereka hanya ditujukan pada instalasi militer dalam wilayah Kamboja, termasuk infrastruktur militer, gudang senjata, pusat perintah, dan jalur logistik yang dianggap sebagai ancaman langsung.
Ketegangan terbaru ini muncul setelah kesepakatan gencatan senjata yang lebih luas antara kedua belah pihak di Kuala Lumpur pada bulan Oktober, yang difasilitasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Konflik pada bulan Juli yang lalu mengakibatkan sedikitnya 48 nyawa melayang dan sekitar 300.000 warga dipaksa mengungsi.
Di tengah pertempuran yang masih berlangsung, pemerintah Thailand telah mengevakuasi 35. 623 warganya ke tempat penampungan sementara.
Perselisihan perbatasan antara Thailand dan Kamboja telah ada sejak era kolonial Prancis pada tahun 1907, dengan Kuil Preah Vihear yang berusia lebih dari seribu tahun menjadi fokus utama perseteruan tersebut.
Editor : Ali Sodiqin