RADARSITUBONDO.ID - Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmão, meminta Thailand dan Kamboja untuk berbicara satu sama lain agar bisa mengatasi masalah perbatasan yang sedang panas. Permintaan serupa juga datang dari PM Malaysia, Anwar Ibrahim.
Xanana menegaskan pentingnya dialog antara kedua negara tersebut. Di sisi lain, Anwar Ibrahim merasa khawatir dengan kejadian tembak-menembak di perbatasan yang menyebabkan satu tentara meninggal. Ia juga menyampaikan rasa simpati kepada keluarga yang kehilangan.
Baca Juga: Viral Usulan Pandawara Group Beli Hutan Lewat Donasi Publik
Anwar menekankan bahwa Thailand dan Kamboja adalah anggota penting ASEAN dan negara tetangga Malaysia. Ia meminta kedua negara untuk bersabar dan memilih berbicara daripada bertindak agresif untuk mengembalikan ketenangan.
Menurutnya, kawasan Asia Tenggara seharusnya tidak membiarkan konflik berlanjut ke dalam keadaan yang lebih buruk.
Konflik terbaru dimulai pada awal Senin ketika seorang prajurit Thailand meninggal dan empat lainnya cedera dalam baku tembak di perbatasan. Kedua negara saling menyalahkan mengenai siapa yang memulai serangan lebih dulu.
Thailand bahkan mengirim jet tempur F-16 untuk menyerang fasilitas militer Kamboja, sementara Kamboja dikabarkan melepaskan roket ke daerah Thailand di Ban Sai Tho 10, Provinsi Buri Ram.
Baca Juga: Begini Cara Cek Rute Ganjil Genap Jakarta di Google Maps
Kamboja melaporkan tiga warganya terluka parah akibat serangan tersebut. Saat ini, kedua negara telah melakukan gencatan senjata walau masih saling menyalahkan mengenai pelanggaran kesepakatan yang difasilitasi oleh Presiden AS Donald Trump.
Konflik sebelumnya pada bulan Juli telah merenggut nyawa 48 orang dan memaksa sekitar 300.000 orang untuk mengungsi.
Editor : Ali Sodiqin