RADARSITUBONDO.ID - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sekali lagi menyatakan bahwa negaranya tidak akan menyerahkan tanah kepada Rusia untuk menghentikan konflik yang sudah berlangsung hampir empat tahun.
Zelensky menyatakan bahwa Ukraina tidak memiliki izin dari hukum atau moral untuk memberikan bagian wilayah mereka.
Pernyataan ini disampaikan saat konferensi pers secara online pada Senin (8/12), setelah bertemu dengan pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman di London. Selanjutnya, Zelensky terbang ke Brussels untuk bertemu dengan pejabat NATO dan Komisi Eropa.
Pria berusia 47 tahun itu mendapatkan tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menyetujui penyerahan wilayah sebagai bagian dari rencana perdamaian.
Kremlin meminta Ukraina untuk menyerahkan seluruh daerah Donbas, termasuk bagian yang tidak dikuasai oleh tentara Rusia.
Seorang pejabat tinggi mengatakan bahwa masalah wilayah adalah isu yang paling sulit dalam negosiasi. Zelensky menekankan pentingnya jaminan keamanan dari negara-negara teman jika Rusia kembali menyerang di masa depan.
Saat ini, Rusia menguasai 19,2 persen dari wilayah Ukraina, termasuk Krimea yang diambil alih pada tahun 2014, seluruh Luhansk, dan sebagian besar dari wilayah Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
Editor : Ali Sodiqin