RADARSITUBONDP.ID - Serangan udara menghantam sebuah warung kopi di Desa Mayakan, Kabupaten Tabayin, di wilayah Sagaing, Myanmar, pada Jumat (5/12). Dalam kejadian ini, setidaknya 18 orang tewas dan 20 lainnya mengalami luka.
Kejadian tersebut berlangsung saat banyak penduduk berkumpul di warung kopi untuk menonton pertandingan sepak bola SEA Games antara Myanmar dan Filipina.
Pesawat tempur melepaskan dua bom yang meledak segera setelah sirene untuk serangan udara berbunyi.
Baca Juga: Wang Yi Kritik Jepang di Hadapan Jerman, Singgung Status Negara Kalah Perang
Salah seorang warga yang hadir untuk memberikan pertolongan menyatakan bahwa di antara yang tewas terdapat seorang anak berusia 5 tahun dan dua orang guru.
Banyak orang yang berada di dalam warung kopi tidak memiliki kesempatan untuk berlindung sebelum bom meledak.
Lebih dari 20 rumah di sekitar warung kopi juga mengalami kerusakan akibat dampak ledakan. Tempat kejadian terletak sekitar 120 kilometer di barat laut Mandalay.
Menurut informasi dari penduduk setempat, tidak ada konflik di daerah itu dalam beberapa waktu terakhir, meskipun Sagaing dikenal sebagai daerah perlawanan terhadap pemerintahan militer.
Baca Juga: Masuk Asta Cita Prabowo, Jalan Tol Prosiwangi Resmi Berlanjut ke Banyuwangi?
Setelah pemakaman para korban pada Sabtu, sejumlah warga desa memilih untuk melarikan diri. Sementara yang lain tetap tinggal mulai membangun tempat perlindungan dari kemungkinan serangan berikutnya.
Warung kopi di Myanmar memiliki peranan sosial yang signifikan sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, dan mempererat hubungan antarwarga. Militer Myanmar belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden ini.
Myanmar masih terjebak dalam konflik berkepanjangan sejak terjadinya kudeta militer pada 1 Februari 2021 yang menjatuhkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.
Editor : Ali Sodiqin