Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

NATO Hentikan Kontrak dengan Produsen Senjata Israel Elbit Terkait Skandal Suap

Bayu Shaputra • Kamis, 11 Desember 2025 | 06:15 WIB
Bendera NATO.
Bendera NATO.

RADARSITUBONDO.ID - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah menghentikan sementara kolaborasinya dengan Elbit Systems, perusahaan senjata terbesar di Israel, setelah muncul dugaan keterlibatan dalam skandal suap yang melibatkan pejabat Badan Dukungan dan Pengadaan NATO (NSPA).

Perusahaan pertahanan yang berlokasi di Haifa ini diduga menyuap mantan pegawai NSPA untuk memperoleh kontrak yang menguntungkan.

Eliau Eluasvili, seorang konsultan berdarah Italia berusia 60 tahun yang diyakini bekerja untuk Elbit, kini menjadi buronan di Eropa setelah pengadilan Belgia mengeluarkan surat perintah penangkapannya pada bulan September 2025.

 Baca Juga: 26 Ruas Tol Beri Diskon 10-20% Selama Nataru 2025-2026

Penyelidikan mengenai tuduhan korupsi masih berlangsung di Belgia dan Luksemburg. Penyelidikan lintas negara ini juga telah melibatkan Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat, dengan dukungan dari lembaga peradilan Uni Eropa, Eurojust.

Kasus ini mengungkap adanya jaringan operator swasta yang memanfaatkan sistem rotasi, di mana mantan anggota NSPA beralih menjadi konsultan untuk industri pertahanan.

Sebuah email internal NSPA yang bertanggal 31 Juli menyebutkan 15 kontrak yang saat ini ditangguhkan, di mana 13 di antaranya terkait dengan Elbit Systems atau anak perusahaannya, Orion Advanced Systems.

Dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa perusahaan asal Israel ini dilarang mengikuti tender untuk kontrak baru sampai penyelidikan selesai.

 Baca Juga: Serangan Udara di Myanmar Tewaskan 18 Warga Sipil yang Sedang Menonton SEA Games

Elbit diperkirakan telah menyediakan amunisi senilai €50 juta (sekitar Rp969 miliar) kepada sekutu NATO selama satu dekade terakhir.

Penghentian kontrak ini akan berdampak besar pada pasokan amunisi untuk howitzer bergerak, sistem artileri roket mobile, serta sistem pertahanan bagi pesawat dan helikopter yang dimiliki negara-negara anggota NATO.

NSPA memiliki peran penting dalam pengadaan kontrak bagi sekutu NATO, yang secara bersama-sama telah meningkatkan anggaran pertahanan mereka hampir tiga kali lipat sejak tahun 2021, berkat invasi Rusia ke Ukraina.

Kondisi geopolitik ini menciptakan lonjakan anggaran pertahanan di Eropa yang memungkinkan intermediari berkembang pesat.

Meskipun terlibat dugaan suap, Elbit saat ini tidak sedang dalam penyelidikan. Seorang juru bicara perusahaan menegaskan bahwa mereka selalu mematuhi peraturan dan beroperasi sesuai dengan standar industri melalui program kepatuhan yang menyeluruh.

Elbit Systems diperkirakan meraih pendapatan hampir US$7 miliar (sekitar Rp116 triliun) untuk tahun 2024 dan menduduki posisi ke-25 di antara 100 perusahaan pertahanan terbesar di dunia menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI). Perusahaan ini memproduksi beragam peralatan militer, termasuk drone, tank, dan amunisi.

Editor : Ali Sodiqin
#Elbit Systems #NATO