Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Konflik Berusia Seabad: Akar Perselisihan Thailand-Kamboja yang Tak Kunjung Usai

Bayu Shaputra • Kamis, 11 Desember 2025 | 23:04 WIB
Ilustrasi serangan Kamboja kepada Thailand.
Ilustrasi serangan Kamboja kepada Thailand.

RADARSITUBONDO.ID - Konflik antara Thailand dan Kamboja bermula dari Perjanjian Prancis-Siam di tahun 1907 yang menentukan batas sepanjang 817 kilometer.

Masalah muncul karena peta yang dibuat Prancis berbeda dari isi perjanjian, yang meletakkan Kuil Preah Vihear yang dibangun pada abad ke-11 di wilayah Kamboja.

Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional memutuskan bahwa kuil itu adalah milik Kamboja, tetapi Thailand masih klaim area di sekitarnya.

Keputusan ini terus menyulut ketegangan. Ketika Kamboja mendaftarkan kuil tersebut sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2008, ketegangan kembali meningkat.

 Baca Juga: Gol Ramon Tanque Antar Persib Lolos ke 16 Besar AFC Champions League Two

Bentrokan paling parah terjadi pada Juli 2025, dimulai dari ledakan ranjau yang melukai beberapa tentara Thailand. Serangan roket dari Kamboja dibalas dengan serangan udara dari Thailand, yang menyebabkan banyak orang tewas dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi.

Upaya gencatan senjata yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump pada bulan Oktober 2025 tidak berhasil berlangsung lama.

 Baca Juga: Villarreal Gagal Raih Poin Pertama, Kalah Dramatis 2-3 dari Copenhagen di Kandang Sendiri

Ahli hubungan internasional mengatakan bahwa tekanan dari politik dalam negeri memperbesar konflik ini. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, yang dukungannya turun dari 48 persen menjadi 23 persen, dikabarkan menggunakan perasaan nasionalisme menjelang pemilu di Maret 2026.

Kamboja juga menghadapi masalah ekonomi yang sama, dengan proyeksi pertumbuhan PDB yang diturunkan menjadi 4,9 persen oleh Bank Pembangunan Asia.

Hingga Desember 2025, konflik ini telah menyebabkan 48 orang tewas dan hampir 650 sekolah di daerah perbatasan terpaksa ditutup.

Editor : Ali Sodiqin
#Konflik Thailand dan Kamboja