RADARSITUBONDO.ID - Amerika Serikat secara resmi mengumumkan suatu rencana penting yang disebut Pax Silica pada Kamis (11/12), dengan menandatangani kesepakatan bersama delapan negara sahabat.
Koalisi ini dipimpin oleh Wakil Menteri Ekonomi AS, Jacob Helberg, dan bertujuan untuk menciptakan sistem yang aman untuk pasokan teknologi yang melibatkan mineral penting hingga infrastruktur kecerdasan buatan.
Baca Juga: 100 Ribu Demonstran Turun ke Jalan, Kabinet Bulgaria Mengundurkan Diri
Negara-negara yang ikut serta adalah Jepang, Korea Selatan, Singapura, Belanda, Inggris, Israel, Uni Emirat Arab, dan Australia.
Penandatanganan kesepakatan ini menjadi awal Konferensi Tingkat Tinggi Pax Silica yang dihadiri juga oleh perwakilan dari Uni Eropa dan Kanada.
Baca Juga: PN Solo Tolak Permohonan KGPH Purbaya Ubah Nama Jadi Paku Buwono XIV
Nama Pax Silica berasal dari bahasa Latin. "Pax" berarti keadaan damai dan makmur, sedangkan "silica" menunjuk pada bahan yang diproses jadi silikon, yang sangat penting untuk chip komputer yang digunakan dalam kecerdasan buatan.
Helberg mengatakan bahwa koalisi ini dibuat untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa negara dan untuk melindungi teknologi yang sangat berharga.
Baca Juga: Kapolri Teken Perkap 10/2025: Polisi Aktif Bisa Bertugas di 17 Kementerian dan Lembaga
Rencana ini muncul sebagai respons terhadap investasi besar dari China dalam kecerdasan buatan dan komputasi kuantum.
Helberg menjelaskan, dengan mengatur cara kita menjaga keamanan ekonomi, negara-negara dalam koalisi ini bisa menghalangi upaya China membeli infrastruktur penting seperti pelabuhan dan jalur transportasi.
Editor : Ali Sodiqin