RADARSITUBONDO.ID - Dokumen rahasia yang dikeluarkan oleh Pentagon dengan judul Overmatch Brief mengungkapkan hasil simulasi yang menunjukkan tantangan besar bagi kekuatan militer Amerika Serikat dalam konteks konflik yang mungkin terjadi antara China dan Taiwan.
Laporan ini disusun oleh Kantor Evaluasi Operasional di bawah naungan Kantor Sekretaris Pertahanan, dipublikasikan oleh New York Times pada Senin (8/12).
Simulasi yang dilakukan mengenai kemungkinan perang menunjukkan kemampuan China dalam menghancurkan sumber daya militer AS seperti pesawat tempur, kapal perang, dan sistem satelit di awal perang.
Dalam skenario ini, serangan terjadi dengan cepat, sehingga kekuatan penuh Washington belum sempat dikerahkan sepenuhnya.
Baca Juga: 100 Ribu Demonstran Turun ke Jalan, Kabinet Bulgaria Mengundurkan Diri
Ini adalah laporan resmi pertama dari Pentagon yang secara jelas mengakui kelemahan platform militer AS terhadap modernisasi senjata yang dilakukan oleh China dalam dua puluh tahun terakhir.
Beijing telah berhasil mengembangkan rudal presisi jarak jauh, pesawat tempur generasi baru, kapal perang besar, serta kemampuan luar angkasa yang semakin canggih.
Salah satu penemuan yang mencemaskan adalah kerentanan kapal induk terbaru Angkatan Laut AS, USS Gerald R. Ford, yang bernilai 13 miliar dolar AS.
Meskipun kapal ini efektif dalam menghadapi negara-negara yang memiliki kekuatan militer lebih lemah, ia dianggap sangat rentan terhadap berbagai serangan terbaru dari Beijing, khususnya rudal anti-kapal yang dapat diluncurkan dari berbagai platform.
Baca Juga: Wake Up Dead Man Hadirkan Misteri Pembunuhan Mustahil di Netflix
Diketahui bahwa China telah mengumpulkan sekitar 600 senjata hipersonik yang dapat melaju minimal lima kali kecepatan suara dan bergerak dengan manuver di udara sehingga sulit untuk dicegat.
Senjata ini dilengkapi dengan rudal anti-kapal yang bisa diluncurkan dari kapal perang, kapal selam, maupun pesawat tempur.
Laporan Overmatch Brief juga menggarisbawahi beberapa masalah struktural dalam militer AS. Washington dianggap terlalu bergantung pada platform yang mahal dan rentan seperti kapal induk dan satelit utama, sementara senjata murah yang diproduksi secara massal bisa menjadi solusi untuk masalah ini.
Anggaran pertahanan AS saat ini berada di sekitar 3,4 persen dari PDB, yang merupakan tingkat terendah dalam waktu hampir 80 tahun.
Dokumen ini merekomendasikan agar AS beralih ke platform yang lebih terdistribusi, mempercepat produksi amunisi, memperkuat pangkalan, membangun sistem komunikasi yang tahan terhadap gangguan, serta memberikan peran yang lebih besar kepada kapal tak berawak dan kapal kecil dalam menghadapi potensi kerugian besar dalam konflik di masa depan.
Editor : Ali Sodiqin