RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Jumat (12/12) bahwa Thailand dan Kamboja telah setuju untuk menghentikan konflik di perbatasan yang mereka perdebatan.
Pengumuman ini datang setelah Trump berbicara lewat telepon dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet secara terpisah.
Baca Juga: 100 Ribu Demonstran Turun ke Jalan, Kabinet Bulgaria Mengundurkan Diri
Konflik ini yang sudah menewaskan setidaknya 20 orang minggu ini berasal dari sengketa perbatasan yang panjangnya 800 kilometer.
Pertempuran terbaru ini juga membuat sekitar setengah juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di kedua sisi perbatasan.
Melalui posting di media sosialnya Truth Social, Trump mengatakan kedua pemimpin sudah sepakat untuk menghentikan serangan dan kembali kepada Deklarasi Damai yang sebelumnya ia buat bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Kesepakatan gencatan senjata sebelumnya sudah ditandatangani pada Oktober 2025 di Malaysia.
Baca Juga: PN Solo Tolak Permohonan KGPH Purbaya Ubah Nama Jadi Paku Buwono XIV
Dalam percakapan lewat telepon, PM Thailand Anutin memberi tahu Trump bahwa Kamboja adalah pihak yang menyebabkan bentrokan.
Anutin menekankan pentingnya Kamboja mengikuti gencatan senjata dan memperbaiki keadaan sebagai pihak yang melanggar kesepakatan.
Walaupun Trump sudah mengumumkan kesepakatan ini, sampai sekarang baik pemerintah Thailand maupun Kamboja belum memberikan pengumuman resmi tentang rincian pelaksanaan gencatan senjata yang baru disepakati.
Editor : Ali Sodiqin