RADARSITUBONDO.ID - Dua prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat dan seorang penerjemah yang merupakan warga sipil AS terbunuh dalam serangan oleh seorang penyerang bersenjata dari ISIS di Palmyra, Suriah, pada Sabtu (13/12).
Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengonfirmasi bahwa tiga orang lainnya menderita cedera dalam kejadian itu.
Baca Juga: Salah Kembali, Liverpool Menang 2-0 atas Brighton di Premier League
Serangan tersebut terjadi saat pasukan sedang menjalankan misi kerja sama dengan pihak keamanan Suriah di wilayah Palmyra yang terletak di provinsi Homs tengah.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan bahwa para tentara sedang melakukan pertemuan dengan pemimpin lokal sebagai bagian dari usaha berkelanjutan untuk melawan terorisme di area tersebut.
Baca Juga: Gol Palmer dan Gusto Bawa Chelsea Raih Tiga Poin atas Everton
Penyerang yang melakukan serangan berhasil ditekan oleh pasukan sekutu dalam baku hantam yang terjadi. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan niat AS untuk mengejar pelaku serangan yang mengincar warga Amerika di mana pun mereka berada.
Gubernur Iowa, Kim Reynolds, menyebut bahwa kedua prajurit yang meninggal adalah anggota Garda Nasional Iowa yang sedang menjalankan tugas untuk Operasi Inherent Resolve. Nama-nama korban belum diumumkan sampai pihak keluarga diberitahu.
Presiden Donald Trump menyatakan akan ada tindakan balasan yang serius atas serangan ini dan menyampaikan rasa duka cita untuk ketiga korban yang dia sebut sebagai pahlawan hebat.
Editor : Ali Sodiqin