Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Trump Janji Pembalasan Serius Usai 2 Tentara AS Tewas dalam Serangan ISIS di Suriah

Bayu Shaputra • Senin, 15 Desember 2025 | 17:40 WIB
Presiden Trump diam-diam borong obligasi senilai Rp 5,62 Triliun.
Presiden Trump diam-diam borong obligasi senilai Rp 5,62 Triliun.

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Donald Trump mengatakan akan membalas dengan sangat serius setelah dua prajurit Angkatan Darat AS dan seorang penerjemah sipil Amerika terbunuh dalam serangan di Suriah pada Sabtu (13/12).

Serangan itu dilakukan oleh satu orang bersenjata dari ISIS di dekat Palmyra, yang merupakan kota bersejarah di tengah wilayah Homs.

Tiga anggota militer AS lainnya mengalami cedera dalam kejadian itu. Berdasarkan informasi dari Komando Pusat AS (CENTCOM), penyerang tersebut telah ditembak mati oleh pasukan Suriah yang menjadi mitra.

Serangan ini terjadi ketika pasukan AS sedang berbicara dengan pemimpin penting sebagai bagian dari misi melawan ISIS yang sedang berjalan.

 Baca Juga: Dua Tentara AS dan Warga Sipil Tewas dalam Serangan ISIS di Suriah

Trump mengatakan bahwa Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, sangat marah dan terganggu oleh serangan ini. Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberi peringatan bahwa siapa saja yang menyerang warga Amerika akan dikejar, ditemukan, dan dibunuh tanpa ampun.

Kedua prajurit yang meninggal adalah bagian dari Garda Nasional Iowa. Pemerintah Iowa akan menunggu 24 jam setelah memberi tahu keluarga dekat sebelum mengungkapkan identitas korban. Ketiga prajurit yang terluka dilaporkan dalam keadaan stabil dan sedang dalam proses pemulihan.

 Baca Juga: Sabar/Reza Raih Emas Ganda Putra SEA Games 2025 Usai Tundukkan Chia/Soh

Saat ini, AS memiliki sekitar 2.000 tentara di Suriah untuk menghindari kebangkitan kembali ISIS. Ini adalah serangan paling mematikan sejak 2019, ketika sebuah ledakan di kota Manbij membunuh dua anggota militer AS dan dua warga sipil Amerika.

Editor : Ali Sodiqin
#Presiden Trump #ISIS