RADARSITUBONDO.ID - Sebuah kejadian tragis terjadi lagi bagi militer Israel ketika seorang prajurit wajib militer yang bekerja sebagai pelacak mengakhiri hidupnya di markas militer di utara Israel pada Selasa (16/12).
Prajurit itu melakukan bunuh diri di dalam tempat tidur baraknya dan mengalami luka serius sebelum akhirnya dinyatakan meninggal di rumah sakit.
Baca Juga: Sekretariat DPRD Situbondo Raih Penghargaan Pajak Tertinggi Nasional, Lampaui Rata-rata Nasional
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus bunuh diri di kalangan tentara Israel, yang sudah mencapai 61 sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Polisi militer dari Pasukan Pertahanan Israel sedang melakukan penyelidikan menyeluruh mengenai insiden ini.
Baca Juga: Hukum Puasa Rajab Menurut Ulama: Sunnah atau Makruh?
Data dari Pusat Penelitian dan Informasi Knesset menunjukkan fakta yang sangat mengkhawatirkan: sekitar 279 tentara Israel telah mencoba bunuh diri sejak awal 2024 hingga Juli 2025, dengan sekitar satu dari tujuh percobaan berakhir dengan kematian.
Dari 61 tentara yang bunuh diri, 48 orang meninggal saat masih aktif bertugas, sedangkan 13 lainnya mengakhiri hidup mereka di luar tugas militer karena masalah kesehatan mental.
Kepala Staf Israel Eyal Zamir mengakui bahwa ada masalah serius dalam kesehatan mental yang semakin memburuk dan meminta para komandan untuk sigap dalam mendeteksi masalah psikologi di unit mereka.
Editor : Ali Sodiqin