RADARSITUBONDO.ID - Taipei mengalami kekacauan besar akibat serangan brutal di dua stasiun metro pada Jumat (19/12). Kejadian ini menyebabkan empat orang tewas, termasuk pelaku, dan melukai lima lainnya.
Pelaku adalah seorang pria berusia 27 tahun yang memakai masker, yang melempar lima hingga enam bom bensin atau granat asap di Stasiun Utama Taipei.
Serangan ini terjadi pada waktu ramai di sore hari, dimulai dari Stasiun Utama Taipei dan kemudian bergerak ke Stasiun Zhongshan yang berada sekitar 800 meter jauhnya.
Baca Juga: Bek Persija Jordi Amat Komentari Isu John Herdman Jadi Nahkoda Timnas Indonesia
Salah satu orang yang tewas berusaha untuk menghentikan serangan tersebut. Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, mengungkapkan rasa duka yang dalam atas insiden ini. Diduga pelaku mengakhiri hidupnya dengan terjun dari gedung saat dikejar oleh polisi.
Ia diketahui sebagai mantan tentara sukarelawan angkatan udara yang dipecat pada tahun 2022 dan sedang dicari oleh pihak berwajib karena menghindari wajib militer.
Baca Juga: Qatar Dipercaya Tuan Rumah Finalissima 2026: Spanyol Tantang Argentina
Perdana Menteri Taiwan, Cho Jung-tai, menyatakan bahwa serangan ini adalah tindakan yang terencana, meskipun belum ada alasan jelas dari pelaku.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, telah memerintahkan agar pengamanan diperketat di stasiun kereta, bandara, dan tempat-tempat penting lainnya.
Insiden ini mengingatkan kita akan kejadian serupa di tahun 2014 yang juga membuat masyarakat Taiwan merasa tidak aman.
Editor : Ali Sodiqin