RADARSITUBONDO.ID - Tragedi yang menyedihkan melanda angkatan bersenjata Libya ketika Panglima Angkatan Darat, Mohammed Ali Ahmed Al-Haddad, meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat di Turki pada Selasa (23/12).
Sebuah pesawat pribadi dari tipe Dassault Falcon 50 yang mengangkut delegasi militer senior tersebut jatuh setelah lepas landas dari Bandara Esenboga, Ankara.
Pesawat tersebut terbang mulai pukul 17.10 GMT menuju Tripoli, namun kehilangan komunikasi radio pada pukul 17.52 GMT.
Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut telah meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat saat berada di atas distrik Haymana, tetapi kemudian semua kontak terputus. Puing-puing pesawat ditemukan di sekitar desa Kesikkavak.
Baca Juga: Kronologi Penangkapan Aktris Konten Dewasa Bonnie Blue di Badung, Bali
Kecelakaan ini juga merenggut nyawa lima pejabat Libya lainnya, yang meliputi komandan pasukan darat Libya, direktur badan manufaktur militer, penasihat kepala staf, serta seorang fotografer dari kantor kepala staf tersebut.
Perdana Menteri Libya, Abdulhamid Dbeibah, mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kehilangan para perwira yang telah berbakti dengan sepenuh hati.
Baca Juga: Huawei MatePad 12X 2026 Resmi Dijual di Filipina, Indonesia Menyusul Januari
Al-Haddad baru saja menyelesaikan kunjungan resmi ke Ankara, di mana ia bertemu dengan Menteri Pertahanan Turki, Yasar Guler, serta pejabat militer senior lainnya untuk membahas kerja sama dalam bidang pertahanan antara kedua negara.
Kecelakaan ini terjadi tepat sehari setelah parlemen Turki memperpanjang izin penempatan pasukan di Libya selama dua tahun lagi.
Sementara itu, penyebab pasti dari kecelakaan ini masih dalam tahap penyelidikan. Pejabat Turki melaporkan bahwa pesawat mengalami masalah elektrik sebelum kehilangan komunikasi.
Jaksa Agung Ankara telah memulai penyelidikan resmi untuk mengungkap penyebab dari tragedi ini yang menjadi duka bagi Libya dan institusi militernya.
Editor : Ali Sodiqin