Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Caracas Diguncang Ledakan, Presiden Maduro Umumkan Keadaan Darurat Atas Serangan AS

Bayu Shaputra • Minggu, 4 Januari 2026 | 12:45 WIB
Kebakaran di Fuerte Tiuna, komplek militer terbesar di Venezuela, setelah serangkaian ledakan di Caracas.
Kebakaran di Fuerte Tiuna, komplek militer terbesar di Venezuela, setelah serangkaian ledakan di Caracas.

RADARSITUBONDO.ID - Sabtu dini hari (3/1), langit Caracas dipenuhi dengan suara ledakan keras dan pesawat yang terbang rendah.

Suara-ledakan terasa berulang di seluruh ibu kota Venezuela, sementara asap hitam menjulang tinggi dari beberapa lokasi penting.

Presiden Nicolas Maduro segera mengambil tindakan dengan mengeluarkan dekrit darurat nasional. Menteri Luar Negeri Yván Gil Pinto menyatakan bahwa semua pasukan pertahanan di seluruh negeri akan dikerahkan segera untuk mengantisipasi ancaman yang lebih besar.

 Baca Juga: Kerala Blasters Lepas Sang Kapten, Adrian Luna Gelandang Uruguay Dirumorkan ke Persib?

Serangan ini ditujukan pada fasilitas penting, termasuk Bandara Higuerote, Pangkalan Udara La Carlota, dan kompleks militer Fort Tiuna.

Pelabuhan La Guaira, pelabuhan terbesar di Venezuela yang terletak di negara bagian Vargas, juga dilaporkan terkena ledakan. Para saksi menyaksikan asap tebal dan mendengar suara dentuman keras hingga ke area perumahan.

Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat sebagai dalang di balik serangan tersebut terhadap daerah pemukiman dan infrastruktur.

Gil Pinto menjelaskan bahwa tujuan dari serangan ini adalah untuk menguasai sumber daya negara, terutama minyak dan gas.

 Baca Juga: 62 Kasus Super Flu Terdeteksi di Indonesia, Begini Cara Mencegah Penularannya

Ketegangan antara AS dan Venezuela telah meningkat tajam sepanjang tahun 2025. Setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, kebijakan Washington beralih dari pendekatan era Joe Biden menjadi sikap keras terhadap pemerintahan Maduro.

Hingga November, setidaknya 21 serangan terhadap kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba mengakibatkan lebih dari 83 orang tewas.

Gil Pinto menegaskan bahwa serangan ini merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB dan mengancam perdamaian serta stabilitas global.

Dengan diterapkannya keadaan darurat, Maduro sekarang memiliki wewenang penuh untuk menggerakkan angkatan bersenjata dan menjadikan militer sebagai penjaga infrastruktur utama negara.

Editor : Ali Sodiqin
#Presiden Maduro #Venezuela #Amerika Serikat #Caracas