Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Setelah Serangan Besar-besaran AS, Presiden Venezuela Maduro Ditangkap dan Dibawa Keluar Negara

Bayu Shaputra • Minggu, 4 Januari 2026 | 11:00 WIB
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa angkatan bersenjata AS telah melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores, Sabtu (3/1).

Keduanya sudah diterbangkan keluar dari negara tersebut, berdasarkan pernyataan Trump di platform sosial Truth Social.

Operasi militer ini berlangsung setelah beberapa ledakan mengguncang ibu kota Venezuela, Caracas, sekitar pukul 2 pagi waktu setempat.

Terdengarnya sejumlah ledakan kuat, dengan salah satu ledakan terdengar hingga membuat jendela rumah bergetar. Beberapa daerah di kota tersebut mengalami pemadaman listrik, dan suara pesawat terdengar setelah ledakan.

 Baca Juga: Kerala Blasters Lepas Sang Kapten, Adrian Luna Gelandang Uruguay Dirumorkan ke Persib?

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengungkapkan bahwa pemerintah tidak mengetahui di mana posisi Maduro dan istrinya, dan meminta bukti keberadaan mereka dari pemerintah Trump.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez melontarkan kritik tajam terhadap apa yang dia sebut sebagai agresi militer paling parah dalam sejarah Venezuela, serta memerintahkan pengerahan besar-besaran pasukan bersenjata.

Pemerintah AS sudah lama berupaya menangkap Maduro, yang didakwa oleh pengadilan AS pada Maret 2020 dengan tuduhan narko-terorisme.

Pada musim panas lalu, pemerintahan Trump bahkan meningkatkan jumlah hadiah untuk informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Maduro menjadi 50 juta dolar AS.

 Baca Juga: Datang Disalahkan, Tak Datang Dipersoalkan: Curhat Prabowo Soal Nasib Menterinya

Dalam wawancara singkat dengan New York Times, Trump menyebut operasi tersebut sebagai langkah yang "brilian" berkat perencanaan yang matang dan kekuatan pasukan yang luar biasa.

Sumber dari CBS News melaporkan bahwa unit elit Angkatan Darat AS, Delta Force, turut terlibat dalam tugas penangkapan ini.

Serangan ini merupakan hasil dari kampanye tekanan yang berlangsung berbulan-bulan oleh Trump terhadap Venezuela, termasuk penyitaan kapal tanker minyak, blokade laut, dan penghancuran lebih dari 30 kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik timur.

Senator Republik Mike Lee mengonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio memberitahunya bahwa Maduro ditangkap untuk menghadapi dakwaan pidana di AS.

Pemerintah Venezuela telah mengumumkan keadaan darurat nasional dan mengecam keras apa yang mereka sebut sebagai agresi militer AS terhadap fasilitas sipil dan militer di berbagai negara bagian.

Editor : Ali Sodiqin
#Maduro ditangkap #Venezuela #Amerika Serikat