Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Hitungan Jam Usai Terima Utusan Beijing, Maduro Diseret Delta Force dari Kamar Tidur

Bayu Shaputra • Minggu, 4 Januari 2026 | 21:15 WIB
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

RADARSITUBONDO.ID - Dalam waktu yang mengejutkan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengalami perubahan nasib yang dramatis.

Pada Jumat sore (2/1), ia masih menerima kunjungan dari Qiu Xiaoqi, utusan khusus Presiden China, Xi Jinping, yang membahas urusan Amerika Latin di Istana Miraflores, Caracas.

Namun, hanya beberapa jam setelah itu, tepat pada Sabtu pagi (3/1), Maduro ditangkap oleh pasukan elit Delta Force dari Amerika Serikat.

Pertemuan dengan diplomat China tersebut berlangsung dengan baik. Maduro bahkan membagikan pesan di Telegram, menegaskan kembali komitmennya terhadap kerjasama strategis antara Venezuela dan China di berbagai sektor untuk membangun dunia yang lebih multipolar.

Kedua belah pihak sepakat untuk menjaga perdamaian dan memperkuat hubungan bilateral.

 Baca Juga: Caracas Diguncang Ledakan, Presiden Maduro Umumkan Keadaan Darurat Atas Serangan AS

Namun, suasana damai itu berubah drastis ketika lebih dari 150 pesawat militer AS mendarat membawa pasukan Delta Force menuju Caracas dalam "Operasi Resolusi Absolut".

Sumber dari CIA yang berada di dalam pemerintahan Venezuela dilaporkan membantu AS dalam melacak lokasi Maduro menjelang penangkapannya.

Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gabungan AS, menjelaskan bahwa operasi ini telah direncanakan dengan pelatihan selama berbulan-bulan, sambil menunggu kondisi cuaca yang ideal untuk melakukan aksi tersebut dengan sempurna.

Dalam operasi cepat ini, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditarik langsung dari kamar tidur mereka sebelum diangkut ke kapal perang USS Iwo Jima yang bersiaga di perairan Venezuela.

Presiden Trump membagikan foto Maduro dengan mata dan telinga tertutup, serta tangan diborgol di dalam pesawat militer.

 Baca Juga: Selamat Datang John Herdman, Harapan Baru Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030

Senator Mike Lee mengonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri, Marco Rubio, memberitahunya bahwa Maduro telah ditangkap untuk diadili atas tuduhan kriminal di Amerika Serikat.

Jaksa Agung AS, Pamela Bondi, menyatakan bahwa Maduro didakwa dengan konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, dan kepemilikan senjata serta perangkat berbahaya. Keduanya pun langsung dipindahkan ke pusat penahanan Metropolitan Detention Center di Brooklyn, New York.

Waktu penangkapan ini memicu spekulasi di kalangan pengamat internasional. Beberapa jam sebelumnya, Maduro masih berdiskusi mengenai kerjasama dengan China, yang memiliki kepentingan besar terhadap cadangan minyak Venezuela.

Ketika ditanya tentang kekhawatiran China, Trump menegaskan bahwa hubungan dengan Xi Jinping berjalan baik dan meyakinkan bahwa China tetap akan mendapatkan akses ke minyaknya.

 Baca Juga: Formasi 3-4-2-1 Sang Maestro John Herdman, Akankah Indonesia Menggila di Asia?

Operasi militer ini menandai intervensi langsung yang paling signifikan dari AS di Amerika Latin sejak invasi Panama pada tahun 1989. Ledakan dilaporkan mengguncang Caracas dan beberapa wilayah lain, termasuk kompleks militer Fuerte Tiuna.

Trump bahkan menyatakan bahwa AS akan "mengelola" Venezuela hingga transisi pemerintahan yang layak benar-benar tercapai, sambil memberi izin kepada perusahaan minyak besar AS untuk mengelola cadangan minyak negara itu.

 Baca Juga: Kolombia Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Menyusul Operasi Militer AS di Venezuela

Penangkapan Maduro telah mengubah struktur kekuasaan di Venezuela. Wakil Presiden Eksekutif, Delcy Rodriguez, kini mengambil alih kekuasaan pemerintah.

Namun, masih ada pertanyaan besar yang mengemuka: apakah pertemuan dengan utusan Xi Jinping beberapa jam sebelumnya hanya kebetulan, atau merupakan bagian dari strategi diplomatik yang lebih luas?

Editor : Ali Sodiqin
#Qiu Xiaoqi #Nicolas Maduro