Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tiga Skenario Estafet Kepemimpinan Venezuela Setelah Penangkapan Maduro

Bayu Shaputra • Senin, 5 Januari 2026 | 07:35 WIB
Nicolas Maduro.
Nicolas Maduro.

RADARSITUBONDO.ID - Penangkapan Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat pada 3 Januari 2026 telah memicu era baru yang penuh ketidakpastian di Venezuela.

Kini, muncul pertanyaan penting: siapa yang akan menggantikan presiden yang telah menjabat sejak 2013 ini?

 Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia Vs India di Grup E Kings World Cup Nations 2026

Edmundo González Urrutia muncul sebagai kandidat terkuat. Politisi berusia 76 tahun ini dianggap sebagai pemenang sah pemilihan presiden Juli 2024 oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat lainnya.

Data dari 80 persen mesin pemungutan suara elektronik menunjukkan bahwa González mengalahkan Maduro dengan selisih dua banding satu.

Kini, González, yang berada di pengasingan di Spanyol, telah diakui sebagai presiden yang terpilih oleh AS sejak November 2024 dan bahkan hadir pada pelantikan kedua Donald Trump pada 20 Januari 2025.

 Baca Juga: Perbandingan Spesifikasi Oppo Reno 15, Reno 15 Pro Mini, dan Reno 15 Pro Max

Di sisi lain, María Corina Machado, penerima Nobel Perdamaian 2025, menjadi sosok penting di balik keberhasilan oposisi.

Meskipun dilarang berpartisipasi oleh rezim Maduro, aktivis yang berusia 57 tahun ini menjadi motor penggerak mobilisasi massa dan koordinasi pengumpulan bukti kecurangan pemilu.

Machado, yang dikenal sebagai "Iron Lady" oleh para pendukungnya, meminta agar González diangkat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata.

 Baca Juga: Hitungan Jam Usai Terima Utusan Beijing, Maduro Diseret Delta Force dari Kamar Tidur

Namun, Presiden Trump menunjukkan preferensinya kepada Wakil Presiden Delcy Rodríguez untuk memimpin pemerintahan sementara.

Mahkamah Konstitusi Venezuela telah mengeluarkan perintah agar Rodríguez menjabat sebagai presiden sementara untuk memastikan kesinambungan administrasi negara.

Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat "akan mengelola Venezuela" sampai transisi yang aman dapat dilaksanakan, sambil menargetkan penguasaan atas cadangan minyak terbesar yang dimiliki Venezuela.

Kondisi ini menciptakan dilema politik yang rumit. Tiga tokoh dengan basis legitimasi yang berbeda kini berlomba: González dengan mandat elektoral yang demokratis, Machado dengan dukungan dari gerakan rakyat, dan Rodríguez dengan jalur konstitusi internal Venezuela.

Keputusan dari Washington akan sangat berpengaruh, terutama dengan kehadiran militer AS di kawasan tersebut dan rencana Trump untuk membangun kembali infrastruktur energi Venezuela.

 Baca Juga: Anniversary Beach Forest Dihadiri Kiai Azaim dan Bupati Rio, Ditutup Pengajian Umum

Masa depan Venezuela sangat tergantung pada negosiasi yang rumit antara kepentingan geopolitik AS, harapan demokratis dari rakyat Venezuela, serta stabilitas institusi pemerintahan.

Dipastikan bahwa penangkapan Maduro hanyalah awal dari proses transisi politik yang akan menentukan arah negara penghasil minyak ini.

Editor : Ali Sodiqin
#Pengganti Nicolas Maduro #Venezuela #Delcy Rodriguez