Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Operasi Militer AS di Venezuela Tewaskan 80 Orang, Termasuk Pengawal Maduro

Bayu Shaputra • Senin, 5 Januari 2026 | 08:30 WIB
Serangan Amerika Serikat kepada Venezuela menyebabkan 80 tewas.
Serangan Amerika Serikat kepada Venezuela menyebabkan 80 tewas.

RADARSITUBONDO.ID - Operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Venezuela pada Sabtu (3/1) menyebabkan lebih dari 80 orang kehilangan nyawa, seperti yang dilaporkan oleh The New York Times berdasarkan informasi dari pejabat tinggi Venezuela. Dikhawatirkan jumlah korban bisa bertambah lebih banyak lagi.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, menyatakan bahwa banyak anggota tim keamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi itu.

Ia menuduh tentara AS membunuh para pengawal, anggota militer, dan warga sipil yang tidak bersalah. Namun, Padrino tidak memberikan rincian jumlah korban yang tepat dalam pidatonya yang disiarkan di televisi pada hari Minggu (4/1).

 Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia Vs India di Grup E Kings World Cup Nations 2026

Operasi yang dinamakan "Absolute Resolve" ini berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Jenderal Dan Caine, yang menjabat Ketua Kepala Staf Gabungan AS, menyatakan bahwa operasi ini dilakukan secara diam-diam pada 2 Januari dan merupakan hasil dari perencanaan yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa pasukan AS berhasil menangkap Maduro beserta istrinya. Keduanya kini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn, New York, dan akan menghadapi tuntutan di Pengadilan Distrik Selatan New York terkait dengan kejahatan konspirasi terkait narkoba.

 Baca Juga: Perbandingan Spesifikasi Oppo Reno 15, Reno 15 Pro Mini, dan Reno 15 Pro Max

Trump menyebutkan bahwa tidak ada tentara AS yang tewas, meskipun beberapa di antara mereka mengalami luka-luka.

Setelah penangkapan tersebut, Mahkamah Agung Venezuela mengangkat Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.

Editor : Ali Sodiqin
#Operasi militer AS #Nicolas Maduro #Venezuela