RADARSITUBONDO.ID - Nicolas Maduro, yang ditangkap oleh angkatan bersenjata Amerika Serikat pada Sabtu, 3 Januari 2026, mengikuti sidang pertamanya di pengadilan New York pada hari Senin kemarin.
Dalam sidang itu, Maduro menjelaskan melalui penerjemah bahwa ia masih dianggap sebagai Presiden Venezuela, meskipun saat ini berada di bawah penahanan AS.
Maduro menghadapi tuduhan terkait konspirasi narkoba dan kepemilikan senjata. Baik Maduro dan istrinya, Cilia Flores, menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan yang diajukan kepada mereka. Pasangan ini dijadwalkan untuk kembali ke pengadilan pada 17 Maret mendatang.
Baca Juga: Setelah Venezuela, Mengapa Greenland Jadi Target Strategis Donald Trump?
Penangkapan Maduro terjadi setelah operasi militer AS yang dilakukan langsung oleh Presiden Donald Trump. Setelah ditangkap di Venezuela, Maduro diangkut keluar dari Caracas menggunakan helikopter militer AS dan dibawa ke kapal perang USS Iwo Jima. Dari situ, ia kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi proses hukum.
Sementara itu, keadaan kepemimpinan di Venezuela mengalami perubahan. Delcy Rodriguez, wakil presiden Venezuela, resmi menjadi presiden sementara negara tersebut setelah dilantik. Pergantian ini terjadi atas perintah Mahkamah Agung Venezuela setelah penangkapan Maduro.
Baca Juga: Chelsea Tunjuk Liam Rosenior Sebagai Pelatih Baru Setelah Kepergian Maresca
Kedudukan Maduro sebagai presiden telah menjadi sumber kontroversi di tingkat internasional sejak pemilihan umum pada Juli 2024. Hasil pemilu itu ditolak oleh oposisi Venezuela serta beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, yang mengakui Edmundo González Urrutia sebagai presiden terpilih yang sah.
Meskipun demikian, Maduro tetap dilantik untuk periode ketiga pada Januari 2025, sebelum akhirnya ditangkap oleh AS.
Editor : Ali Sodiqin