Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tak Ada Ampun! China Eksekusi 11 Mafia Terkait Sindikat Scam Myanmar

Bayu Shaputra • Jumat, 30 Januari 2026 | 16:00 WIB
Pemerintah China melarang warganya untuk berpergian ke Jepang setelah PM Jepang menyatakan akan ikut terlibat jika terjadi konflik antara China dan Taiwan.
Pemerintah China melarang warganya untuk berpergian ke Jepang setelah PM Jepang menyatakan akan ikut terlibat jika terjadi konflik antara China dan Taiwan.

RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah China mengeksekusi mati 11 mafia sindikat kriminal keluarga Ming pada Kamis (29/1/2026).

Langkah ini menandai berakhirnya jaringan penipuan daring bernilai miliaran dolar AS yang telah beroperasi lebih dari satu dekade sejak 2015.

Putusan hukuman mati dijatuhkan Pengadilan Wenzhou pada September 2025 dan diperkuat Mahkamah Agung Rakyat China setelah hakim menyatakan seluruh alat bukti kejahatan terbukti kuat dan meyakinkan.

Sindikat keluarga Ming diketahui bermarkas di wilayah Kokang, kawasan perbatasan Myanmar–China. Kelompok ini dipimpin Ming Xuechang, mantan anggota parlemen Myanmar.

Dalam operasinya, mereka menguasai ratusan kompleks ilegal, termasuk Crouching Tiger Villa yang dikenal sebagai pusat penyiksaan.

Sekitar 10.000 orang direkrut untuk menjalankan berbagai aktivitas kriminal, dengan total keuntungan ditaksir melampaui 10 miliar yuan atau sekitar 1,4 miliar dolar AS.

 Baca Juga: Tidak Ada Korban Selamat, Pesawat Bawa Anggota Parlemen Kolombia Jatuh di Wilayah Perbatasan

Beragam tindak kejahatan dilakukan sindikat ini, mulai dari pembunuhan berencana, penganiayaan, penahanan ilegal, penipuan telekomunikasi, hingga pengelolaan kasino ilegal. Aksi brutal tersebut menewaskan sedikitnya 14 warga negara China dan menyebabkan banyak korban luka.

Sejumlah nama besar ikut dieksekusi, di antaranya Ming Guoping, pemimpin Kokang Border Guard Force yang memiliki hubungan dengan junta Myanmar, serta cucunya, Ming Zhenzhen. Sementara itu, kepala klan Ming Xuechang memilih mengakhiri hidupnya sendiri saat berada dalam tahanan.

Sebelumnya, otoritas China sempat mengumumkan sayembara senilai 14.000 hingga 70.000 dolar AS bagi siapa pun yang membantu penangkapan anggota keluarga Ming.

Dominasi klan tersebut runtuh pada 2023, menyusul memanasnya konflik bersenjata antara junta Myanmar dan kelompok milisi etnis yang memaksa penyerahan para anggotanya kepada pemerintah China.

Menjelang eksekusi, pihak berwenang mengizinkan keluarga inti para terpidana untuk melakukan pertemuan terakhir.

Eksekusi ini sekaligus menjadi peringatan tegas Beijing terhadap sindikat kejahatan lintas negara di Asia Tenggara, yang diperkirakan meraup keuntungan lebih dari 43 miliar dolar AS setiap tahun.

Editor : Ali Sodiqin
#Pemerintah China #Eksekusi mati