RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim berhasil mengamankan kesepakatan diplomatik penting di sektor energi global. India disebut telah menyetujui pengalihan sumber impor minyak mentahnya dari Iran ke Venezuela, sebuah langkah yang menurut Trump berada di bawah kendali penuh Washington.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada awak media saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One, Sabtu (1/2/2026). Ia menyebut kerangka kesepakatan tersebut telah rampung dan menjadi tonggak baru dalam upaya Amerika Serikat mengatur peta diplomasi energi internasional.
Baca Juga: Selebgram Berlliana Lovell Siap Nikah, Kini Sedang Cari Jodoh yang Setara
Keputusan India tersebut tak lepas dari hubungan yang sempat memanas dengan Washington sepanjang tahun lalu. New Delhi sebelumnya menghindari pembelian minyak Iran akibat sanksi AS dan memilih Rusia sebagai pemasok utama karena harga yang lebih kompetitif. Namun langkah itu memicu kemarahan Trump, yang pada Agustus lalu menaikkan tarif ekspor India ke Amerika Serikat hingga 50 persen sebagai bentuk tekanan.
Trump juga menegaskan ambisinya untuk mengontrol sepenuhnya penjualan serta pendapatan minyak Venezuela, terutama setelah penangkapan mantan pemimpin negara itu, Nicolas Maduro, pada Januari lalu. Sejak saat itu, AS terus mendorong India agar memutus ketergantungan energi dari Moskow.
Baca Juga: Kemendikdasmen Belum Tetapkan Jadwal Libur Ramadhan 2026, Ini yang Perlu Orangtua Tahu
Sinyal pelunakan hubungan mulai terlihat ketika Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengisyaratkan kemungkinan pencabutan tambahan tarif 25 persen terhadap produk India. Hal itu menyusul penurunan signifikan impor minyak Rusia oleh negara Asia Selatan tersebut.
Di sisi lain, pemerintah AS pekan ini juga melonggarkan sanksi terhadap sektor minyak Venezuela. Kebijakan itu ditujukan untuk mempermudah perusahaan-perusahaan Amerika dalam memasarkan minyak mentah asal Venezuela. Seorang pejabat Gedung Putih menyebut langkah lanjutan terkait kebijakan ini akan segera diumumkan.
Tak berhenti di situ, Trump bahkan membuka peluang kesepakatan serupa dengan China. Ia menyebut Beijing berpotensi mengikuti langkah India dengan membeli minyak Venezuela, sejalan dengan upaya Washington memperkuat kendali atas pasokan energi dari negara yang selama ini menjadi rival politik Amerika Serikat.
Editor : Ali Sodiqin