Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Khamenei Sebut Serangan AS Bakal Melebar ke Regional

Bayu Shaputra • Senin, 2 Februari 2026 | 13:45 WIB
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

RADARSITUBONDO.ID - Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat.

Tokoh berusia 86 tahun yang telah berkuasa selama hampir empat dekade itu menegaskan, setiap serangan yang dilancarkan Washington berpotensi memicu perang berskala regional.

Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei saat berpidato di pusat Kota Teheran, Minggu. Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan Iran-AS, menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta armada tempurnya ke kawasan Laut Arab. Menanggapi langkah tersebut, Khamenei menegaskan rakyat Iran tidak gentar dengan kehadiran kapal perang Amerika.

 Baca Juga: Selebgram Berlliana Lovell Siap Nikah, Kini Sedang Cari Jodoh yang Setara

Pidato Khamenei disampaikan di hadapan ribuan pendukung yang memperingati hari kepulangan Ayatollah Ruhollah Khomeini dari pengasingan di Prancis pada 1979.

Peristiwa bersejarah itu menjadi titik awal Revolusi Iran yang berujung pada tumbangnya Shah Mohammad Reza Pahlavi, pemimpin yang didukung Amerika Serikat.

Dalam kesempatan tersebut, Khamenei menekankan bahwa Iran bukan pihak yang memulai konflik dan tidak berniat menindas negara lain. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap bentuk agresi atau gangguan yang didorong oleh keserakahan akan dibalas dengan kekuatan penuh oleh bangsa Iran.

Khamenei juga menyinggung situasi dalam negeri. Ia menyebut gelombang protes anti-pemerintah yang terjadi baru-baru ini sebagai upaya kudeta. Menurutnya, aksi tersebut melibatkan demonstran bersenjata yang menyerang kantor polisi, gedung pemerintahan, fasilitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), perbankan, masjid, hingga membakar mushaf Al-Quran.

 Baca Juga: Pivot Andalan Timnas Futsal Indonesia Tumbang, Ini Alasan Evan Soumilena Absen di Piala Asia

Di sisi lain, sinyal diplomasi turut mengemuka. Pejabat keamanan senior Iran Ali Larijani mengisyaratkan bahwa proses perundingan dengan Amerika Serikat sedang berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan menyatakan kepada CNN bahwa peluang tercapainya kesepakatan terkait program nuklir Teheran masih terbuka. Trump pun mengaku berharap dialog tersebut menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima kedua pihak. 

Sementara itu, terkait rencana latihan militer di Selat Hormuz, muncul informasi yang saling bertentangan. Setelah sebelumnya beredar kabar Iran akan menggelar latihan militer dengan tembakan langsung selama dua hari, otoritas Iran kemudian menegaskan bahwa Angkatan Laut IRGC tidak memiliki agenda untuk melaksanakan latihan tersebut.

Editor : Ali Sodiqin
#Konflik Iran AS #Ayatollah Ali Khamenei