Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Skandal Jeffrey Epstein Kembali Mengguncang, Jutaan Dokumen Diungkap ke Publik

Bayu Shaputra • Selasa, 3 Februari 2026 | 15:15 WIB
Jeffrey Epstein.
Jeffrey Epstein.

RADARSITUBONDO.ID - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen terkait kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Arsip raksasa itu diumumkan ke publik pada Jumat (30/1/2026), menyusul pengesahan undang-undang oleh Kongres yang mewajibkan pemerintahan Presiden Donald Trump membuka seluruh dokumen perkara tersebut.

Berbagai jenis dokumen dimuat dalam perilisan ini, mulai dari surat elektronik pribadi, foto dan video, laporan FBI, hingga transkrip wawancara para korban. Sejumlah tokoh kelas dunia ikut terseret namanya, antara lain Donald Trump, Bill Clinton, Elon Musk, Pangeran Andrew dari Inggris, serta mendiang Michael Jackson. Nama Trump tercatat muncul lebih dari 38 ribu kali, meski sebagian besar berkaitan dengan kliping berita yang tersimpan di email Epstein.

 Baca Juga: Transfer Mateta ke AC Milan Kandas di Hari Terakhir Bursa Transfer

Salah satu arsip yang menyita perhatian publik adalah foto Bill Clinton bersama Epstein yang sama-sama mengenakan batik. Namun, dokumen tidak menjelaskan lokasi maupun waktu pengambilan gambar tersebut.

Selain itu, terungkap pula korespondensi email antara Elon Musk dan Epstein pada periode 2012–2013, yang membahas rencana kunjungan ke pulau pribadi Epstein di kawasan Karibia. Hingga kini, belum ada kepastian apakah rencana tersebut benar-benar terealisasi.

Perilisan dokumen ini sempat menuai polemik. Dalam tahap awal, ditemukan kesalahan penyuntingan yang menyebabkan identitas hampir 100 korban terungkap ke publik. DOJ kemudian menarik kembali ribuan dokumen untuk dilakukan perbaikan. Para korban menyatakan kecewa atas kelalaian tersebut, meski tetap mendukung langkah keterbukaan informasi.

 Baca Juga: Anggaran Pascabencana Banjir Bandang Situbondo Masih Abu-abu, Sekda Tak Berani Sebut Angka

Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menegaskan penyelidikan terhadap Presiden Trump tidak menemukan bukti yang cukup untuk ditindaklanjuti secara hukum. Ia juga memastikan tidak akan ada dakwaan baru dalam kasus Epstein pasca-perilisan dokumen.

Namun demikian, sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat mengancam akan mendorong proses pemakzulan apabila DOJ tidak memberikan akses penuh terhadap dokumen yang masih disunting.

Dampak skandal Epstein turut merembet ke Eropa. Perdana Menteri Slovakia dilaporkan menerima pengunduran diri penasihat keamanan nasionalnya setelah namanya tercantum dalam arsip tersebut.

Di Inggris, Duta Besar untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson, mundur dari keanggotaan Partai Buruh setelah muncul klaim bahwa ia pernah menerima pembayaran dari Epstein sekitar dua dekade lalu.

Editor : Ali Sodiqin
#Jeffrey Epstein