Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Di Tengah Tekanan Trump, Presiden Meksiko Berjanji Kirim Bantuan ke Kuba

Bayu Shaputra • Rabu, 4 Februari 2026 | 09:00 WIB
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum alami pelecehan seksual saat menyapa masyarakat.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum alami pelecehan seksual saat menyapa masyarakat.

RADARSITUBONDO.ID - Di tengah meningkatnya tekanan diplomatik dari Amerika Serikat, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan dan bahan bakar ke Kuba akan tetap dilakukan pada pekan ini.

Langkah tersebut diambil meski Washington, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, mengancam akan memberlakukan tarif tambahan bagi negara-negara yang mengekspor minyak ke Havana.

 Baca Juga: Pelaku Pelemparan Flare ke Emil Audero Kehilangan Tiga Jari Akibat Ledakan

Posisi Meksiko kian strategis setelah pasokan energi Kuba dari Venezuela terhenti menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh otoritas AS bulan lalu. Sejak saat itu, Meksiko menggantikan Venezuela sebagai pemasok utama energi bagi negara Karibia tersebut.

Berdasarkan data Bloomberg, perusahaan minyak nasional Meksiko, Pemex, sepanjang tahun lalu rata-rata mengirim satu kapal tanker minyak per bulan ke Kuba, dengan volume sekitar 20 ribu barel per hari.

Namun, kebijakan ini bukan tanpa konsekuensi. Media lokal, mengutip data pelacakan penerbangan, melaporkan sedikitnya tiga drone pengintai milik militer AS jenis Northrop Grumman MQ-4C Triton telah melakukan belasan penerbangan di atas Teluk Campeche.

Jalur penerbangan drone tersebut disebut-sebut mengikuti rute kapal tanker yang mengangkut bahan bakar dari Meksiko menuju Kuba, menandakan ketatnya pengawasan Washington terhadap arus energi ke pulau tersebut.

 Baca Juga: Rivalitas Klasik Asia Tenggara, Indonesia Hadapi Vietnam di Babak 8 Besar Piala Asia Futsal

Sheinbaum menegaskan pengiriman minyak ke Kuba dilakukan secara sah dan berada dalam kerangka kedaulatan nasional Meksiko, serta ditujukan untuk kepentingan kemanusiaan.

Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut bukan hal baru dan telah dijalankan serta didukung oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

Sementara itu, kondisi Kuba dilaporkan semakin genting. Firma konsultan energi Kpler memperkirakan, tanpa tambahan pasokan minyak, Kuba berisiko kehabisan bahan bakar dalam waktu sekitar tiga minggu. Krisis energi ini telah memicu pemadaman listrik meluas di berbagai wilayah negara tersebut.

Di sisi lain, Sheinbaum menghadapi dilema politik. Ia dituntut menjaga solidaritas dengan Kuba guna mencegah krisis kemanusiaan yang lebih dalam, sekaligus mempertahankan hubungan strategis dengan Amerika Serikat menjelang peninjauan ulang perjanjian perdagangan USMCA yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.

Editor : Ali Sodiqin
#Claudia Sheinbaum #Presiden Meksiko #Kuba #Amerika Serikat