Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Zelenskyy: Rusia Langgar Genjatan Senjata Trump di Tengah Suhu Minus

Bayu Shaputra • Rabu, 4 Februari 2026 | 22:45 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia melanggar kesepakatan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi yang sebelumnya dimediasi Amerika Serikat. Tuduhan itu muncul setelah Ukraina dihantam serangan besar pada dini hari 3 Februari 2026 yang menyasar sektor energi nasional.

Serangan terjadi saat Ukraina dilanda gelombang dingin ekstrem. Suhu di ibu kota Kyiv tercatat mencapai minus 24 derajat Celsius. Sejumlah rudal balistik dan ratusan drone Rusia menghantam pembangkit listrik termal milik DTEK, perusahaan energi swasta terbesar di Ukraina. Akibatnya, pemadaman listrik darurat terjadi di sejumlah wilayah, terutama di bagian timur Kyiv.

Dampak serangan cukup signifikan. Lebih dari 1.100 bangunan dilaporkan kehilangan pasokan pemanas di tengah suhu beku. Sembilan warga juga dilaporkan mengalami luka-luka. Serangan ini sekaligus menandai berakhirnya gencatan senjata energi yang hanya berlangsung singkat.

Baca Juga: Microsoft Blokir Akun Xbox Live Jeffrey Epstein Demi Lindungi Anak-Anak

Pihak DTEK menyebut serangan pada 3 Februari sebagai yang terburuk sejak awal 2026. Insiden tersebut menjadi serangan massal kesembilan terhadap fasilitas pembangkit termal mereka sejak Oktober 2025.

Zelenskyy menilai Rusia sengaja menunggu suhu udara mencapai titik terendah sebelum melancarkan serangan. Menurutnya, Moskow memanfaatkan jeda serangan yang diusulkan Amerika Serikat bukan untuk membuka ruang diplomasi, melainkan untuk menimbun drone dan rudal. “Putin menunggu cuaca memburuk untuk melanjutkan serangan terhadap rakyat Ukraina,” kata Zelenskyy dalam pernyataan resminya.

Kesepakatan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi mulai berlaku pada malam 30 Januari 2026, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Presiden Rusia Vladimir Putin menahan diri mengingat kondisi cuaca ekstrem. Namun, kesepakatan yang tidak diformalkan secara tertulis itu hanya bertahan sekitar empat hari.

Baca Juga: Muka pun Jadi Tameng! Penampilan Gemilang Habiebie Bikin Indonesia Arena Bergemuruh

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump tidak terkejut dengan pelanggaran tersebut. Ia menilai konflik antara Ukraina dan Rusia telah berlangsung lama dan sangat brutal. Leavitt juga memastikan bahwa pembicaraan lanjutan antara kedua negara dengan mediasi Amerika Serikat dijadwalkan kembali berlangsung pekan ini.

Zelenskyy menegaskan perang tidak akan berakhir tanpa tekanan internasional yang lebih kuat terhadap Rusia. Ia menyebut Moskow saat ini memilih jalur teror dan eskalasi. Karena itu, Ukraina kembali meminta dukungan mitra internasional, khususnya untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional.

Editor : Ali Sodiqin
#Rusia #Ukraina #Volodymyr Zelenskyy