Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Buldoser Israel Ratakan Makam Tentara Sekutu di Gaza

Bayu Shaputra • Kamis, 5 Februari 2026 | 09:00 WIB
Kuburan tentara tak dikenal di pemakaman perang Gaza pada 2009.
Kuburan tentara tak dikenal di pemakaman perang Gaza pada 2009.

RADARSITUBONDO.ID - Militer Israel dilaporkan menggunakan alat berat untuk meratakan sebagian area Pemakaman Perang Gaza, lokasi bersejarah yang menampung makam prajurit korban Perang Dunia I dan II.

Berdasarkan analisis citra satelit yang dilakukan media Inggris The Guardian, aktivitas pengerukan tanah terjadi secara intensif di kawasan al-Tuffah, Kota Gaza, dan berlangsung selama beberapa bulan sepanjang 2025.

Pemakaman Perang Gaza tercatat memiliki 3.217 makam, termasuk 781 makam tanpa identitas. Kompleks tersebut menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi tentara dari Inggris, Australia, Selandia Baru, Kanada, serta negara-negara Persemakmuran lainnya.

Selain itu, terdapat 234 makam prajurit dari berbagai negara lain, termasuk 30 pemakaman yang dilakukan setelah perang berakhir.

 Baca Juga: Olimpiade Musim Dingin 2026: Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Cabang Olahraga yang Dipertandingkan

Essam Jaradah, yang selama 45 tahun bertugas sebagai penjaga pemakaman, mengaku menyaksikan dua operasi terpisah yang melibatkan buldoser militer Israel. Ia menuturkan tanah digali secara masif dan barisan nisan diratakan, menyisakan gundukan tanah yang kemudian dimanfaatkan sebagai penghalang.

Kerusakan disebut meluas hingga area bangku pengunjung asing dan mencapai monumen peringatan di dalam kompleks pemakaman.

Pihak militer Israel membenarkan keterlibatan mereka dalam kerusakan tersebut. Dalam pernyataannya, juru bicara militer menyebut tindakan itu dilakukan sebagai bagian dari operasi keamanan untuk menetralisir ancaman, mengingat wilayah tersebut diklaim sebagai zona pertempuran aktif. Israel juga mengklaim menemukan jaringan terowongan bawah tanah di dalam dan sekitar area pemakaman.

 Baca Juga: PSIM Jogja Resmi Datangkan Bek Belanda Jop van der Avert

Sebelumnya, pada Februari 2025, Menteri Urusan Veteran Inggris Al Carns melaporkan sekitar 10 persen nisan di Pemakaman Perang Gaza dan Pemakaman Perang Deir al-Balah mengalami kerusakan.

Insiden serupa bukan kali pertama terjadi. Pada 2006, serangan rudal Israel sempat merusak sebagian pemakaman dan berujung pada pembayaran kompensasi sebesar £90.000. Pada 2009, sekitar 350 nisan kembali dilaporkan memerlukan perbaikan akibat serangan militer.

Citra satelit terbaru juga memperlihatkan bekas lintasan alat berat di sekitar gundukan tanah, dengan bagian selatan pemakaman tampak kehilangan sejumlah nisan.

Sementara itu, wartawan dan warga setempat dilaporkan dilarang mendekati atau mendokumentasikan kondisi Pemakaman Perang Deir al-Balah, sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait situasi sebenarnya di lokasi tersebut.

Editor : Ali Sodiqin
#Militer Israel #Kuburan tentara sekutu #Perang Gaza