RADARSITUBONDO.ID - Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengumumkan telah menangkap tersangka utama penembakan terhadap Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev, Wakil Kepala Badan Intelijen Militer Rusia (GRU).
Tersangka bernama Lyubomir Korba, warga negara Rusia berusia sekitar 60 tahun, ditangkap di Dubai dengan dukungan aparat keamanan Uni Emirat Arab.
FSB menyebut Korba berasal dari wilayah Ternopil, Ukraina. Ia diduga melakukan penyergapan dan menembak Alekseyev di tangga gedung apartemennya di Jalan Raya Volokolamskoye, Moskow, pada Jumat pagi waktu setempat.
Akibat serangan itu, Alekseyev mengalami luka tembak di lengan, kaki, dan dada, lalu dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi, sebagaimana dilaporkan media Rusia.
Juru bicara Komite Investigasi Rusia, Svetlana Petrenko, mengungkapkan bahwa Korba tiba di Moskow pada akhir Desember lalu. Ia diduga bertindak atas perintah dinas intelijen Ukraina untuk melancarkan serangan tersebut.
Beberapa jam setelah penembakan, Korba berhasil meninggalkan Rusia dan terbang ke UEA sebelum akhirnya dilacak dan diamankan di Dubai.
Selain Korba, FSB juga menangkap seorang terduga kaki tangan bernama Viktor Vasin di Moskow. Sementara itu, seorang pelaku lain yang disebut bernama Zinaida Serebritskaya dilaporkan telah melarikan diri ke Ukraina. Hingga kini, aparat Rusia masih memburu pihak-pihak yang diduga menjadi dalang utama serangan tersebut.
Media setempat melaporkan, aksi penembakan direncanakan secara matang. Pelaku disebut memilih waktu yang bertepatan dengan pergantian shift malam petugas keamanan. Senjata yang digunakan adalah pistol Makarov yang dilengkapi peredam suara.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengecam insiden tersebut dan menyebutnya sebagai aksi terorisme. Ia menuding Ukraina berada di balik serangan terhadap pejabat tinggi intelijen Rusia itu.
Penembakan terjadi sehari setelah perundingan perdamaian di Abu Dhabi yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat, yang hanya menghasilkan kesepakatan pertukaran tawanan tanpa kemajuan signifikan untuk mengakhiri konflik.
Vladimir Alekseyev dikenal sebagai figur penting dalam operasi intelijen Rusia di Ukraina. Ia juga masuk dalam daftar sanksi negara-negara Barat atas dugaan keterlibatannya dalam serangan siber serta pengorganisasian serangan agen saraf terhadap mantan agen Rusia Sergei Skripal di Inggris pada 2018.
Editor : Ali Sodiqin