RADARSITUBONDO.ID - Perdana Menteri Barbados, Mia Amor Mottley, memastikan diri kembali memimpin Partai Buruh Barbados (Barbados Labour Party/BLP) dalam pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Februari 2026.
Keputusan tersebut mengejutkan publik, sebab sebelumnya Mottley menyatakan periode keduanya yang dimulai Januari 2022 akan menjadi masa jabatan terakhirnya.
Pernyataan itu disampaikan Mottley saat berpidato dalam rapat umum perayaan kemenangan kandidat BLP, Chad Blackman, pada pemilihan sela di St James North, Mei 2025 lalu. Dalam kesempatan itu, perempuan 59 tahun tersebut mengungkapkan alasan di balik perubahan sikapnya.
Baca Juga: Kenapa iPhone 17E Layak Ditunggu? Ini Fitur Terbarunya
Ia menuturkan bahwa pada 2022 dirinya sempat berencana mundur dari panggung politik setelah mengalami tekanan emosional berat selama enam hingga tujuh bulan, menyusul wafatnya sang saudara.
Namun, dinamika global yang terus berkembang serta dorongan kuat dari masyarakat membuatnya mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
Menurut Mottley, kepemimpinan bukan soal kenyamanan pribadi, melainkan tentang panggilan tanggung jawab, momentum yang tepat, dan komitmen terhadap negara.
Ia juga menilai tim pemerintahan yang dipimpinnya kini berada dalam kondisi paling matang, sehingga akan menjadi kerugian besar bagi Barbados apabila momentum tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga: Perbandingan iPhone 17E vs iPhone 16E, Apa Bedanya?
Pemilu 2026 akan menjadi ujian ketiga bagi Mottley. Pada dua pemilu sebelumnya, yakni 2018 dan 2022, BLP mencatat kemenangan mutlak dengan menyapu bersih seluruh 30 kursi di House of Assembly—sebuah rekor bersejarah dalam politik Barbados.
Dengan pengalaman panjang di pemerintahan serta pengakuan internasional, termasuk masuk dalam daftar TIME 100 Most Influential People tahun 2022, Mottley menyatakan optimistis mampu memimpin Barbados menghadapi tantangan ekonomi dan politik global yang kian kompleks.
Sementara itu, Parlemen Barbados resmi dibubarkan pada 19 Januari 2026. Masa pendaftaran calon ditetapkan pada 27 Januari.
Sejumlah pengamat menilai peluang Mottley untuk kembali menang cukup besar, mengingat oposisi dari Partai Buruh Demokrat (DLP) masih berupaya bangkit dari kekalahan beruntun serta persoalan kepemimpinan internal yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Editor : Ali Sodiqin