RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Kota Roma, Italia, resmi menerapkan sistem tiket berbayar bagi wisatawan yang ingin mengakses Air Mancur Trevi dan lima situs bersejarah lainnya. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 Februari 2026.
Wali Kota Roma Roberto Gualtieri mengumumkan keputusan itu dalam konferensi pers pada 19 Desember 2025. Menurutnya, langkah ini diambil untuk mengatasi lonjakan wisatawan atau overtourism yang dinilai semakin mengancam kelestarian warisan budaya ibu kota Italia tersebut.
Pengunjung yang ingin mendekat hingga ke tangga dan area kolam Air Mancur Trevi akan dikenai tiket sebesar 2 euro atau sekitar Rp39 ribu per orang. Meski demikian, wisatawan tetap dapat menikmati pemandangan air mancur bergaya Barok abad ke-18 tersebut dari jarak tertentu tanpa dipungut biaya.
Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Pimpin Kampanye Global Perayaan Pokemon ke-30
Sementara itu, lima lokasi lain yang turut diberlakukan tarif masuk sebesar 5 euro atau sekitar Rp98 ribu meliputi Villa of Maxentius, Napoleonic Museum, Barracco Museum, Carlo Bilotti Museum, dan Pietro Canonica Museum.
Pemkot Roma memperkirakan kebijakan ini mampu menambah pemasukan hingga 6,5 juta euro atau sekitar Rp128,5 miliar setiap tahun. Anggaran tersebut akan difokuskan pada pemeliharaan situs bersejarah serta peningkatan fasilitas dan kenyamanan pengunjung.
Kendati berbayar bagi wisatawan, warga Roma tetap dapat mengakses seluruh lokasi tersebut secara gratis. Selain itu, anak-anak di bawah usia lima tahun dan penyandang disabilitas juga dibebaskan dari biaya masuk.
Baca Juga: Kedalaman Squad Ratchaburi Jelang Laga Menghadapi Persib di ACL 2
Air Mancur Trevi sendiri merupakan salah satu ikon paling terkenal di Roma. Dirancang arsitek Nicola Salvi dan rampung pada 1762, monumen setinggi 26 meter dan lebar 20 meter itu semakin mendunia setelah tampil dalam film legendaris Federico Fellini, La Dolce Vita.
Data pemerintah kota mencatat, sepanjang 1 Januari hingga 8 Desember 2025, sekitar sembilan juta orang mengunjungi area depan Air Mancur Trevi. Rata-rata kunjungan harian mencapai 30 ribu orang, bahkan pada musim puncak bisa menyentuh 70 ribu wisatawan per hari.
Sistem tiket nantinya dapat dibeli melalui aplikasi daring, situs resmi khusus, serta hotel dan mitra usaha yang ditunjuk. Sebelumnya, sejak November 2024, pemerintah telah menguji pembatasan jumlah pengunjung dengan kuota maksimal 400 orang dalam satu waktu. Uji coba tersebut menunjukkan penurunan signifikan antrean, meskipun minat kunjungan tetap tinggi.
Baca Juga: Perbandingan iPhone 17E vs iPhone 16E, Apa Bedanya?
Kebijakan serupa sebelumnya telah diterapkan di Pantheon Roma dan dalam bentuk pajak wisata harian di Venesia. Langkah ini menjadi bagian dari tren di sejumlah kota Eropa untuk mengendalikan dampak pariwisata massal terhadap situs budaya ikonik.
Meski mendapat kritik dari sebagian aktivis yang menilai ruang publik seharusnya bebas biaya, pemerintah Roma menegaskan tarif 2 euro merupakan angka minimal. Kebijakan tersebut diyakini tidak akan mengurangi minat wisatawan, namun mampu menciptakan kunjungan yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Editor : Ali Sodiqin