Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

BNP Klaim Kemenangan Telak dalam Pemilu Bersejarah Bangladesh Pasca-Hasina

Bayu Shaputra • Jumat, 13 Februari 2026 | 21:00 WIB
Warga berdatangan untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan umum ke-13 pada hari Kamis di Dhaka, Bangladesh.
Warga berdatangan untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan umum ke-13 pada hari Kamis di Dhaka, Bangladesh.

RADARSITUBONDO.ID - Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) mengklaim kemenangan telak dalam pemilihan umum parlemen yang digelar Kamis (12/2/2026). Pemilu ini menjadi yang pertama sejak tergulingnya mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina pada Agustus 2024.

Berdasarkan hasil penghitungan sementara, BNP bersama sekutunya meraih sedikitnya 212 dari total 299 kursi parlemen yang diperebutkan. Sejumlah laporan televisi lokal menyebut BNP mengamankan sekitar 197 kursi, sedangkan koalisi yang dipimpin Jamaat-e-Islami memperoleh antara 63 hingga 70 kursi.

Juru bicara komite pemilu BNP, Mahdi Amin, optimistis partainya akan mengamankan mayoritas dua pertiga suara di parlemen. “Kami akan membentuk pemerintahan,” ujarnya.

 Baca Juga: Polisi Kanada Ungkap Identitas Pelaku Penembakan yang Tewaskan Sembilan Orang

Ketua BNP, Tarique Rahman (60), diproyeksikan menjadi perdana menteri berikutnya. Ia memenangkan dua daerah pemilihan sekaligus, yakni Dhaka-17 dan Bogura-6. Kemenangan ini diraih hanya enam pekan setelah wafatnya sang ibu, Khaleda Zia, mantan perdana menteri Bangladesh.

Pemilu kali ini disebut sebagai kontestasi paling kompetitif dalam 17 tahun terakhir. Partai Awami League yang dipimpin Hasina tidak diizinkan mengikuti pemilu setelah dilarang oleh pemimpin pemerintahan interim, Muhammad Yunus.

Hasina yang kini berada di pengasingan di India sebelumnya divonis mati secara in absentia atas kasus kejahatan terhadap kemanusiaan.

Tingkat partisipasi pemilih tercatat mencapai 60,69 persen secara nasional. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding pemilu sebelumnya yang hanya menyentuh 42 persen. Komisi Pemilihan melaporkan proses pemungutan suara berlangsung damai dengan pengawasan sekitar 500 pengamat internasional dari 45 negara.

 Baca Juga: Tottenham Bidik Tiga Nama Utama Pasca Pemecatan Thomas Frank

Bersamaan dengan pemilu parlemen, masyarakat juga memberikan suara dalam referendum Piagam Nasional 2025. Dokumen reformasi yang disusun pemerintahan interim Yunus itu mengusulkan pembatasan masa jabatan perdana menteri, pembentukan majelis tinggi parlemen baru, serta penguatan independensi lembaga yudikatif.

Meski meraih mayoritas besar, BNP menyatakan tidak akan menggelar konvoi kemenangan. Partai meminta para pendukung menggelar doa bersama di masjid-masjid usai salat Jumat sebagai bentuk syukur.

Kedutaan Besar Amerika Serikat menjadi salah satu pihak pertama yang menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan BNP yang disebut sebagai momen bersejarah dalam politik Bangladesh.

Editor : Ali Sodiqin
#Pemilu Bangladesh