Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Trump Kirim Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah untuk Tingkatkan Tekanan pada Iran

Bayu Shaputra • Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:00 WIB
USS Gerald R.Ford.
USS Gerald R.Ford.

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan mengirim kapal induk USS Gerald R. Ford ke kawasan Timur Tengah sebagai langkah meningkatkan tekanan terhadap Iran dalam perundingan program nuklir. Keputusan itu diumumkan pada Sabtu (14/2).

Kapal induk terbesar milik Angkatan Laut AS tersebut diberangkatkan dari Laut Karibia dan diperkirakan tiba di kawasan dalam waktu tiga hingga empat pekan.

Setibanya di sana, kapal itu akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang lebih dulu beroperasi di Laut Arab sejak awal Februari.

Trump menyatakan pengerahan armada tambahan ini sebagai langkah antisipatif apabila negosiasi tidak membuahkan hasil. "Jika kami tidak mencapai kesepakatan, kami akan membutuhkannya," ujar Trump kepada wartawan sebelum bertolak dari Gedung Putih menuju North Carolina. Ia menegaskan kapal induk tersebut akan segera diberangkatkan.

 Baca Juga: Chico Hakim Imbau Ormas Tidak Lakukan Sweeping ke Warung Makan Selama Ramadan

Keputusan strategis ini diambil setelah Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Rabu (12/2). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk mempertahankan tekanan terhadap Tehran sembari tetap membuka jalur diplomasi.

USS Gerald R. Ford telah berlayar sejak akhir Juni 2025. Artinya, pada akhir Februari ini awak kapal akan memasuki masa tugas delapan bulan.

Kapal raksasa itu mampu menampung lebih dari 5.000 personel dan membawa sekitar 60 hingga 70 pesawat tempur, termasuk F/A-18 Super Hornet, serta dilengkapi sistem pertahanan rudal canggih.

 Baca Juga: Trump Siap Jadi Presiden AS Pertama Kunjungi Venezuela Sejak 1997

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Iran diketahui telah melakukan pembicaraan tidak langsung di Oman pekan lalu. Trump menargetkan kesepakatan bisa diraih dalam satu bulan ke depan. Ia juga memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan berdampak “sangat traumatis” bagi Iran.

Netanyahu disebut mendorong Washington agar memasukkan isu pengurangan program rudal balistik Iran serta penghentian dukungan terhadap kelompok militan seperti Hamas dan Hezbollah dalam kesepakatan. Namun Trump menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada isu nuklir.

Sementara itu, negara-negara Teluk Arab mengingatkan bahwa opsi serangan militer berpotensi memicu konflik regional baru. Peringatan itu muncul di tengah situasi Timur Tengah yang masih diliputi ketegangan akibat perang Israel-Hamas di Gaza.

Iran sendiri saat ini menghadapi tekanan domestik. Gelombang kemarahan publik mencuat menyusul tindakan keras pemerintah dalam meredam demonstrasi nasional pada Desember 2025 dan Januari lalu. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi posisi Tehran dalam meja perundingan.

Editor : Ali Sodiqin
#USS Gerald R Ford #iran #Donald Trump