Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Polisi Prancis Tembak Mati Pria yang Membawa Sajam di Arc de Triomphe

Bayu Shaputra • Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:45 WIB
Ilustrasi penembakan dengan senjata api.
Ilustrasi penembakan dengan senjata api.

RADARSITUBONDO.ID - Seorang pria berusia 48 tahun tewas setelah ditembak aparat kepolisian Prancis pada Jumat (13/2) waktu setempat. Penembakan terjadi usai pria tersebut menyerang petugas dengan pisau dan gunting di kawasan Arc de Triomphe, Paris.

Insiden berlangsung ketika upacara penyalaan kembali api abadi untuk menghormati prajurit tak dikenal sedang digelar di monumen bersejarah peninggalan era Napoleon itu. Situasi yang semula khidmat mendadak berubah tegang saat pelaku mendekati barisan petugas dan melakukan penyerangan.

Pelaku diketahui merupakan warga negara Prancis kelahiran 1978. Ia meninggal dunia di rumah sakit akibat luka tembak yang dideritanya.

 Baca Juga: Chico Hakim Imbau Ormas Tidak Lakukan Sweeping ke Warung Makan Selama Ramadan

Kantor jaksa antiterorisme nasional Prancis mengungkapkan bahwa pria tersebut memiliki rekam jejak kasus terorisme. Pada 2013, ia divonis 17 tahun penjara oleh pengadilan di Brussel atas percobaan pembunuhan terkait terorisme terhadap tiga polisi di kawasan Molenbeek, Belgia.

Setelah sempat menjalani hukuman di Belgia, pelaku dipindahkan ke Prancis pada 2015. Ia dibebaskan dari penjara pada 24 Desember 2025 dan sejak saat itu berada dalam pengawasan ketat serta pengawasan yudisial.

Dalam peristiwa tersebut, seorang anggota garda kehormatan mengalami luka ringan akibat sayatan pisau sebelum pelaku akhirnya dilumpuhkan oleh tembakan petugas lain. Tidak ada korban sipil maupun aparat lain yang mengalami luka.

 Baca Juga: Trump Siap Jadi Presiden AS Pertama Kunjungi Venezuela Sejak 1997

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menyampaikan dukungan penuh terhadap tindakan tegas aparat dalam menghadapi ancaman teror. Sementara itu, Presiden Emmanuel Macron turut memuji respons cepat anggota gendarmerie yang dinilai berhasil mencegah dampak lebih luas.

Pasca-kejadian, kawasan Arc de Triomphe yang berada di ujung atas Avenue Champs-Élysées langsung ditutup untuk umum. Stasiun metro terdekat juga dihentikan operasionalnya atas permintaan polisi demi alasan keamanan. Meski demikian, arus lalu lintas kendaraan di sekitar bundaran monumen tetap dibuka.

Editor : Ali Sodiqin
#Arc de Triomphe #Polisi Prancis