Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Belum 4 Bulan Menjabat, Jose Jeri Resmi Dipecat Kongres

Bayu Shaputra • Rabu, 18 Februari 2026 | 16:15 WIB
Presiden sementara Peru, José Jerí, telah digulingkan dalam
Presiden sementara Peru, José Jerí, telah digulingkan dalam

RADARSITUBONDO.ID - Peru kembali diguncang gejolak politik setelah Presiden Interim, Jose Jeri, resmi dimakzulkan oleh Kongres pada Selasa (17/2/2026). Dalam voting cepat di parlemen, sebanyak 75 anggota menyatakan setuju pemecatan, sementara 24 lainnya menolak.

Keputusan ini sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Jeri yang belum genap empat bulan. Pemakzulan tersebut semakin menegaskan rapuhnya stabilitas politik Peru dalam satu dekade terakhir.

Dengan lengsernya Jeri, Peru kini mencatat delapan kali pergantian pemimpin sejak 2016. Situasi ini semakin pelik karena pemakzulan terjadi hanya dua bulan menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

 Baca Juga: Sidang Isbat Putuskan Awal Puasa 1447 H Jatuh Kamis, 19 Februari 2026

Keputusan Kongres tak lepas dari mencuatnya skandal yang dikenal sebagai “Chifagate”. Skandal ini bermula dari pertemuan rahasia Jeri dengan pengusaha asal China, Yang Zhihua alias Johnny.

Pada 26 Desember 2025, Jeri tertangkap kamera pengawas memasuki restoran chifa di Lima dengan mengenakan hoodie yang diduga sebagai upaya penyamaran. Foto-foto pertemuan tersebut menyebar luas dan memicu gelombang kritik publik.

Kejaksaan pun bergerak cepat dengan membuka penyelidikan awal atas dugaan praktik jual beli pengaruh. Selain Yang, penyidik juga menyoroti kehadiran Ji Wu Xiaodong, warga China yang diduga terkait jaringan perdagangan kayu ilegal Los Hostiles de la Amazonia.

 Baca Juga: Bukan Sekadar Buah, Ini 7 Makna Jeruk Mandarin Saat Imlek

Skandal ini turut memperuncing ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan China di Peru. Duta Besar AS untuk Peru, Bernardo Navarro, secara terbuka mengkritik masuknya investasi China yang ia sebut sebagai “cheap Chinese money”.

Pernyataan itu merujuk pada proyek strategis Pelabuhan Chancay yang sebagian besar sahamnya dikuasai perusahaan China, Cosco Shipping Ports. Navarro mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap modal China berpotensi menggerus kedaulatan Peru.

 Baca Juga: Trump Beri Lampu Hijau Israel Serang Iran Jika Negosiasi Gagal

Jeri, politisi sayap kanan berusia 38 tahun, sebelumnya menjabat sebagai Ketua Kongres sebelum mengambil alih kursi presiden pada Oktober 2025. Ia menggantikan Dina Boluarte yang dimakzulkan atas tuduhan “ketidakmampuan moral permanen”.

Boluarte sendiri naik menjadi presiden setelah Pedro Castillo dimakzulkan pada Desember 2022 akibat upaya membubarkan Kongres.

Kini, kursi kepresidenan kembali kosong. Ketua sementara Kongres, Fernando Rospigliosi, menyatakan bahwa parlemen akan menggelar pemungutan suara pada Rabu (18/2/2026) untuk menunjuk presiden interim yang akan memimpin hingga pemilu April mendatang.

Peru pun kembali berada di persimpangan, di tengah krisis politik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Editor : Ali Sodiqin
#Presiden Peru #Jose Jeri