Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dua Kapal Induk AS Dikerahkan, Iran Klaim Punya Senjata Penenggelam

Bayu Shaputra • Rabu, 18 Februari 2026 | 15:30 WIB
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

RADARSITUBONDO.ID - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat di tengah meningkatnya tensi militer dan perundingan nuklir kedua negara.

Dalam pidatonya di Provinsi Azerbaijan Timur, Selasa (17/2/2026), ia menegaskan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menenggelamkan kapal perang AS yang berada di kawasan Teluk.

Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat mengerahkan dua kapal induk ke wilayah Timur Tengah, yakni USS Abraham Lincoln yang dilaporkan beroperasi sekitar 700 kilometer dari pesisir Iran, serta USS Gerald R. Ford yang dikirim pada akhir pekan lalu.

 Baca Juga: Persib Wajib Menang 4-0 atas Ratchaburi demi Lolos ke Perempat Final

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa keberadaan armada tersebut diperlukan apabila pembicaraan nuklir dengan Iran tidak mencapai kesepakatan.

Dalam pidatonya, Khamenei menyebut kapal perang sebagai alat tempur berbahaya. Namun, menurutnya, ada persenjataan yang lebih berbahaya, yakni senjata yang mampu mengirim kapal-kapal tersebut ke dasar laut. Ia juga menegaskan bahwa kekuatan militer besar sekalipun dapat dilumpuhkan dengan pukulan telak.

Pernyataan keras itu disampaikan beriringan dengan putaran kedua perundingan nuklir antara AS dan Iran yang digelar di Jenewa, Swiss. Pertemuan tersebut dimediasi oleh Oman dan berlangsung sekitar tiga jam.

 Baca Juga: Jangan Sekadar Fomo, Begini Cara Jaga Komitmen Tarawih 30 Hari

Delegasi Amerika Serikat diwakili oleh utusan khusus Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Sementara Iran diwakili Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Kedua pihak dikabarkan telah menyepakati sejumlah prinsip dasar sebagai pijakan menuju kesepakatan lanjutan.

Khamenei juga menanggapi pernyataan Trump yang mengklaim bahwa selama hampir lima dekade Amerika Serikat tidak mampu menghancurkan Republik Islam Iran.

Ia menegaskan, upaya semacam itu tidak akan pernah berhasil dan menyebut retorika militer Washington sebagai bentuk tekanan politik terhadap Teheran.

 Baca Juga: Aktivis Legendaris Jesse Jackson Tutup Usia, Obama hingga Trump Sampaikan Duka

Di sisi lain, laporan dari Al Jazeera menyebut Iran memiliki sejumlah skenario pertahanan jika konfrontasi benar-benar terjadi. Di antaranya pemasangan ranjau laut di Selat Hormuz, penggunaan rudal balistik berhulu ledak besar, hingga taktik serangan cepat menggunakan kapal kecil bersenjata untuk mengacaukan sistem pertahanan kapal induk.

Bahkan, Garda Revolusi Iran dilaporkan tengah menggelar latihan militer di Selat Hormuz. Kantor berita Fars News Agency menyebut sebagian wilayah selat sempat ditutup selama beberapa jam sebagai bagian dari manuver tersebut.

Situasi ini menandai babak baru ketegangan antara Teheran dan Washington, di saat jalur diplomasi masih terus diupayakan melalui meja perundingan.

Editor : Ali Sodiqin
#Kapal induk AS #Pemimpin tertinggi Iran #Ali Khamenei