RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam. Presiden AS, Donald Trump, melayangkan ultimatum keras kepada Teheran agar segera mencapai kesepakatan dalam waktu 10 hingga 15 hari. Jika tidak, Iran disebut harus siap menghadapi konsekuensi militer serius.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC, Kamis (waktu setempat). Sikap tegas itu menjadi penanda fase kritis dalam hubungan kedua negara yang sejak lama diliputi ketegangan.
Ketegangan terbaru dipicu mandeknya putaran kedua perundingan tidak langsung yang digelar di Geneva, Swiss. Negosiasi tersebut berakhir tanpa terobosan berarti. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengakui ada sejumlah kemajuan, namun kedua pihak disebut “masih sangat berjauhan dalam beberapa isu krusial”.
Iran dikabarkan akan menyampaikan proposal tertulis yang lebih rinci dalam beberapa pekan mendatang. Namun, waktu yang diberikan Washington dinilai sangat sempit.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Purnawirawan TNI Prihati Pujowaskito Pimpin BPJS Kesehatan
Di sisi lain, Pentagon dilaporkan telah menyiagakan kekuatan militer besar di kawasan Teluk. Dua kapal induk andalan, yakni USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, ditempatkan di wilayah strategis tersebut. Selain itu, puluhan pembom dan jet tempur juga disiapkan untuk berbagai skenario.
Sumber pemerintahan kepada CBS News menyebutkan, militer AS bahkan siap melancarkan serangan sedini akhir pekan ini. Meski begitu, Trump disebut belum mengambil keputusan final.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, merespons ultimatum tersebut dengan nada keras. Ia mengunggah ilustrasi kapal induk USS Gerald R. Ford tenggelam di dasar laut. Dalam pesannya, Khamenei memperingatkan bahwa Iran memiliki persenjataan yang mampu mengirim kapal perang AS ke dasar samudra.
Tak hanya itu, Iran juga mengumumkan latihan militer bersama Rusia di Laut Oman. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal deterensi terhadap ancaman Washington.
Trump menegaskan satu garis merah yang tidak bisa ditawar: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Menurutnya, stabilitas Timur Tengah mustahil tercapai bila Teheran menguasai persenjataan nuklir.
Ultimatum 10–15 hari itu kini menjadi sorotan dunia. Banyak pihak menilai, keputusan Washington dalam waktu dekat akan menentukan arah kawasan: kembali ke meja diplomasi atau menuju konfrontasi militer terbuka.
Bagi Iran, hitungan waktu telah dimulai. Sepuluh hari ke depan bisa menjadi momen penentu antara kompromi politik atau eskalasi perang berskala penuh.
Editor : Ali Sodiqin