Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Serangan Udara Israel Tewaskan 12 Warga, Presiden Lebanon Murka

Bayu Shaputra • Minggu, 22 Februari 2026 | 18:15 WIB

Presiden Lebanon, Joseph Aoun.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun.

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Lebanon, Joseph Aoun, melontarkan kecaman keras atas serangan udara Israel yang menewaskan 12 warga Lebanon pada Jumat (20/2). Serangan tersebut terjadi di wilayah selatan dan timur Lebanon, meskipun kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah masih berlaku.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi jumlah korban tewas mencapai 12 orang. Dari total tersebut, 10 korban dilaporkan berasal dari wilayah timur, terutama di kawasan Baalbek yang menjadi salah satu titik serangan.

Militer Israel menyatakan pihaknya menargetkan sejumlah anggota unit rudal Hizbullah di tiga pusat komando berbeda di Baalbek. Dalam pernyataannya, Israel mengklaim operasi tersebut ditujukan untuk melemahkan kapasitas militer kelompok tersebut.

 Baca Juga: Magang Kemensetneg Kuartal II 2026 Dibuka untuk SMK hingga S1

Di sisi lain, Hizbullah membenarkan bahwa salah satu komandan mereka tewas dalam serangan itu. Kabar tersebut semakin memperkeruh situasi keamanan di tengah upaya menjaga stabilitas pascakonflik.

Anggota parlemen Hizbullah, Rami Abu Hamdan, mendesak pemerintah Lebanon agar menangguhkan pertemuan komite pengawas gencatan senjata hingga Israel menghentikan seluruh serangan.

Menurutnya, langkah itu penting untuk menunjukkan sikap tegas atas dugaan pelanggaran yang terus berulang.

Meski kekuatan militernya disebut melemah setelah perang terakhir dengan Israel, Hizbullah tetap memiliki pengaruh politik signifikan di Lebanon melalui keterwakilannya di parlemen.

 Baca Juga: Ferry Irwandi Soroti Tuntutan Mati ABK Kasus Sabu 2 Ton

Sementara itu, pemerintah Lebanon pada tahun lalu menyatakan komitmennya untuk melucuti persenjataan Hizbullah. Militer Lebanon bahkan mengumumkan telah merampungkan tahap pertama rencana pelucutan senjata di wilayah dekat perbatasan Israel.

Serangan terbaru ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran gencatan senjata yang telah berlaku sejak akhir 2024, yang sebelumnya disepakati untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Israel dan Hizbullah.

Situasi keamanan di perbatasan pun kembali menjadi sorotan, seiring meningkatnya ketegangan kedua pihak.

Editor : Ali Sodiqin
#Israel serang Lebanon #Joseph Aoun