RADARSITUBONDO.ID - Anggota parlemen Inggris tengah mempertimbangkan langkah untuk membuka penyelidikan terhadap Andrew Mountbatten-Windsor terkait perannya sebagai utusan perdagangan Inggris.
Proses pembahasan kemungkinan mulai bergulir pekan depan saat parlemen kembali bersidang usai masa reses.
Ketua Komite Bisnis dan Perdagangan lintas partai, Liam Byrne, menegaskan bahwa tidak ada opsi yang dikesampingkan dalam menyikapi isu tersebut. Byrne yang juga anggota Partai Buruh menyatakan komitenya akan menangani persoalan ini secara serius.
“Ini akan kami tangani dengan sangat serius. Saya dapat menjamin para anggota parlemen tidak akan membiarkan apa pun lolos begitu saja,” ujar Byrne, Selasa (waktu setempat).
Ia menambahkan, sebagai ketua komite, dirinya bertugas memastikan seluruh opsi tersedia ketika pembahasan resmi dilakukan pada sidang pekan depan.
Baca Juga: Empat Pilar Absen, Bajul Ijo Waspadai Kebangkitan Laskar Kalinyamat
Byrne menjelaskan, hingga kini komite belum dapat membahas tuduhan tersebut karena parlemen masih dalam masa reses. Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tidak ingin langkah politik apa pun mengganggu proses penyelidikan aparat penegak hukum yang tengah berjalan.
Sorotan terhadap Andrew muncul setelah publikasi dokumen yang berkaitan dengan Jeffrey Epstein, finasir asal Amerika Serikat yang telah meninggal dunia dan sebelumnya divonis bersalah dalam kasus kejahatan seksual.
Dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS itu memuat dugaan bahwa Andrew meneruskan materi pemerintah yang bersifat sensitif serta briefing komersial kepada Epstein.
Baca Juga: Persija Tekuk PSM 2-1, Macan Kemayoran Tempel Ketat Persib di Puncak
Dalam sejumlah email yang terungkap, Andrew disebut meneruskan laporan kunjungan resmi ke Vietnam, Singapura, Hong Kong, dan China pada 2010. Selain itu, terdapat indikasi pembagian informasi terkait peluang investasi di Afghanistan.
Andrew diketahui pernah menjabat sebagai Perwakilan Khusus untuk Perdagangan dan Investasi Internasional pada 2001–2011. Jabatan tersebut memberinya akses luas terhadap pejabat tinggi serta informasi sensitif.
Sesuai pedoman resmi, utusan perdagangan diwajibkan menjaga kerahasiaan ketat, terutama terkait materi politik, komersial, dan keamanan.
Sementara itu, Kepolisian Thames Valley sebelumnya mengonfirmasi tengah menilai kemungkinan penyelidikan atas laporan yang diajukan kelompok kampanye anti-monarki Republic.
Laporan itu menuding adanya dugaan pelanggaran jabatan publik serta potensi pelanggaran undang-undang rahasia resmi.
Andrew secara konsisten membantah seluruh tuduhan. Ia juga menolak klaim bahwa dirinya memanfaatkan posisi sebagai utusan perdagangan untuk kepentingan pribadi.
Penyebutan namanya dalam dokumen Epstein, menurut berbagai pihak, tidak serta-merta menjadi bukti adanya tindak pidana.
Editor : Ali Sodiqin