Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Irak Dilanda Blackout Total, Baghdad dan Beberapa Wilayah Gelap Gulita

Bayu Shaputra • Kamis, 5 Maret 2026 - 21:26 WIB

Ilustrasi blackout.
Ilustrasi blackout.

RADARSITUBONDO.ID - Beberapa wilayah Irak mengalami pemadaman listrik total pada Rabu malam (4/3/2026). Pemerintah melalui Kementerian Ketenagalistrikan mengonfirmasi bahwa jaringan listrik nasional negara tersebut mengalami keruntuhan sistem secara menyeluruh.

Pemadaman listrik ini berdampak ke seluruh provinsi tanpa terkecuali. Otoritas kelistrikan menyebut insiden tersebut dipicu gangguan besar pada pasokan energi ke pembangkit listrik utama di wilayah selatan negara itu.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Kantor Berita Irak (INA), Kementerian Ketenagalistrikan menyebut jaringan listrik nasional benar-benar lumpuh.

“Jaringan listrik telah mati total di seluruh provinsi Irak,” demikian pernyataan kementerian.

Tim teknis saat ini dikerahkan untuk melakukan pemulihan secara bertahap. Pemerintah berupaya menyalakan kembali pembangkit listrik serta mengaktifkan jalur transmisi utama yang terdampak.

Baca Juga: Update Lengkap Harga Emas 5 Maret 2026: Antam Naik, Buyback Melonjak, Perhiasan dan Pegadaian Stabil, Dunia Tembus USD 5.120

Investigasi awal menunjukkan pemadaman listrik dipicu oleh penurunan mendadak pasokan gas ke pembangkit listrik Rumaila yang berada di Provinsi Basra, Irak selatan.

Penurunan pasokan gas tersebut menyebabkan hilangnya kapasitas listrik sekitar 1.900 megawatt dalam waktu sangat cepat. Hilangnya daya yang signifikan ini memicu efek domino ke seluruh sistem jaringan listrik nasional.

Akibatnya, stabilitas sistem kelistrikan runtuh dan menyebabkan pemadaman massal di seluruh wilayah negara.

Para ahli energi menyebut sistem kelistrikan Irak memang rentan terhadap gangguan besar karena ketergantungan tinggi pada gas alam sebagai bahan bakar pembangkit.

Ketika satu pembangkit listrik besar kehilangan pasokan energi, keseimbangan jaringan listrik nasional dapat langsung terganggu.

Baca Juga: Tol Pintu Besuki Dibuka Fungsional Mulai 13 Maret 2026, Siap Urai Lonjakan Arus Mudik Lebaran!

Pemadaman listrik nasional ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di beberapa wilayah Irak.

Pada malam yang sama, ledakan dilaporkan terdengar di dekat Bandara Internasional Irbil. Wilayah tersebut diketahui lokasinya menjadi pangkalan pasukan militer yang dipimpin Amerika Serikat.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab ledakan tersebut. Namun kejadian ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di kawasan.

Situasi yang memanas membuat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad mengeluarkan peringatan kepada warganya.

Kedutaan mengimbau warga negara Amerika agar segera meninggalkan Irak demi alasan keselamatan.

Baca Juga: Puluhan Gedung KDMP di Situbondo Dibangun Tanpa Izin PBG, DPUPP Tegaskan Tak Dibolehkan!

Wilayah Kurdistan yang berstatus semi-otonom juga terkena dampak gangguan energi. Operasi di sejumlah ladang gas penting di wilayah tersebut dihentikan sementara. Penghentian operasi dilakukan karena situasi keamanan yang tidak stabil.

Padahal ladang gas tersebut merupakan salah satu sumber penting bagi pasokan energi domestik Irak.

Gangguan pada produksi gas ini mengurangi kondisi kelistrikan nasional yang sudah dalam kondisi rapuh.

Baca Juga: DPRD Situbondo Bentuk Pansus Ranperda Investasi, Siapkan Insentif Pajak dan Kemudahan Perizinan!

Sebelumnya, Kementerian Minyak Irak juga mengumumkan penghentian produksi di salah satu ladang besar dekat Basra.

Langkah tersebut diambil setelah kekurangan kapal tanker di Teluk Persia yang memicu konflik regional.

Gangguan logistik ini membuat distribusi minyak mentah tidak dapat berjalan normal sehingga aktivitas produksi harus dihentikan sementara.

Kondisi tersebut menunjukkan betapa besarnya tantangan sektor energi yang saat ini dihadapi Irak.

Baca Juga: DPRD Situbondo Bentuk Pansus Ranperda Investasi, Siapkan Insentif Pajak dan Kemudahan Perizinan!

Meski dikenal sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia, Irak masih sering menghadapi krisis listrik.

Kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini diperkirakan berada di kisaran 16.000 hingga 17.000 megawatt.

Angka tersebut jauh di bawah kebutuhan listrik nasional, terutama pada musim panas. Pada puncak musim panas, permintaan listrik di Irak dapat mencapai 25.000 hingga 30.000 megawatt.

Kesenjangan besar antara kapasitas produksi dan kebutuhan listrik membuat sistem kelistrikan negara tersebut sangat rentan.

Selain itu, Irak juga masih bergantung pada impor gas alam untuk mengoperasikan sebagian pembangkit listriknya.

Ketergantungan tersebut membuat pasokan energi mudah terganggu ketika terjadi masalah geopolitik maupun gangguan distribusi.

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Langka di Situbondo, Harga Tembus Rp 25 Ribu Jelang Ramadan!

Hingga kini pemerintah Irak masih menyelidiki penyebab pasti pemadaman listrik nasional tersebut. Kementerian Ketenagalistrikan menyatakan pemulihan listrik akan dilakukan secara bertahap.

Prioritas utama adalah menyalakan kembali pembangkit utama dan menstabilkan jaringan transmisi nasional. Otoritas berharap pasokan listrik dapat memasok listrik secara bertahap ke berbagai wilayah dalam waktu dekat.

Namun belum ada kepastian kapan sistem kelistrikan nasional akan kembali normal sepenuhnya.

Editor : Agung Sedana
#Irak blackout #listrik