Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Iran Ancam Serang Pusat Data di Negara Arab yang Dipakai AS untuk Operasi Militer

Bayu Shaputra • Kamis, 12 Maret 2026 | 17:53 WIB

Iran memperingati Amerika Serikat mengenai kegiatan militer di kawasan Karibia.
Iran memperingati Amerika Serikat mengenai kegiatan militer di kawasan Karibia.

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Iran disebut-sebut tengah mempertimbangkan serangan terhadap pusat data di sejumlah negara Arab yang diduga digunakan oleh Amerika Serikat untuk mendukung operasi militer dan intelijen terhadap Teheran.

Informasi tersebut disampaikan seorang sumber diplomatik Iran kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, Rabu (11/3).

Sumber itu menyebut bahwa fasilitas digital dan jaringan komunikasi di negara-negara Arab telah dimanfaatkan Washington untuk mendukung operasi militer yang menargetkan Iran.

“Amerika Serikat menggunakan pusat data di negara-negara Arab untuk mendukung operasi intelijen dan militer terhadap Iran. Ada kemungkinan Iran menyerang pusat-pusat data itu dalam beberapa hari mendatang,” ujar sumber diplomatik tersebut.

Menurutnya, fasilitas teknologi informasi itu memainkan peran penting dalam pengumpulan data intelijen dan koordinasi operasi militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

Selain pusat data, Iran juga menilai bahwa Washington menggunakan jaringan infrastruktur fiber optik milik negara-negara Arab sebagai bagian dari sistem komunikasi dan dukungan teknis dalam operasi melawan Iran.

Diplomat tersebut menyebut bahwa jaringan komunikasi berkecepatan tinggi itu diduga dipakai untuk mengalirkan data intelijen, koordinasi logistik militer, hingga komunikasi strategis yang terkait dengan operasi Amerika Serikat di kawasan.

Karena itu, Iran tidak menutup kemungkinan bahwa infrastruktur digital tersebut akan menjadi sasaran jika konflik dengan Amerika Serikat terus meningkat.

Sumber diplomatik itu juga menyinggung sikap pemerintah negara-negara Arab di Timur Tengah yang dinilai tidak mengambil langkah untuk mencegah penggunaan fasilitas mereka oleh militer Amerika Serikat.

Menurutnya, pemerintah negara-negara tersebut dianggap membiarkan infrastruktur digital mereka dimanfaatkan dalam operasi yang menargetkan Iran.

“Fakta bahwa pemerintah negara-negara Arab tidak mengambil langkah untuk mencegah penyalahgunaan fasilitas mereka oleh militer Amerika Serikat menjadi salah satu alasan kemungkinan terjadinya serangan tersebut,” katanya.

Jika benar terjadi, serangan terhadap pusat data dan jaringan fiber optik bisa berdampak luas, bukan hanya pada operasi militer, tetapi juga pada sistem komunikasi dan layanan digital di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut muncul setelah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas serta menimbulkan korban sipil.

Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi ini menambah daftar panjang ketegangan antara Iran dengan dua sekutu dekat tersebut.

Pada awalnya, Washington dan Tel Aviv menyatakan bahwa serangan terhadap Iran dilakukan untuk mengatasi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.

Namun, dalam perkembangan selanjutnya, pejabat dari kedua negara itu disebut memperjelas bahwa tujuan operasi militer tersebut juga berkaitan dengan upaya mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Pernyataan itu memicu kecaman dari Teheran yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan negara.

Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah kembali berada dalam kondisi tegang, dengan risiko konflik yang lebih luas jika serangan balasan terus berlanjut.

Pengamat keamanan menilai bahwa jika Iran benar-benar menargetkan pusat data dan jaringan fiber optik di negara-negara Arab, dampaknya tidak hanya bersifat militer.

Serangan terhadap infrastruktur digital berpotensi memengaruhi sistem komunikasi regional, layanan internet, transaksi keuangan digital, hingga operasional berbagai perusahaan teknologi di Timur Tengah.

Karena itu, banyak pihak kini memantau perkembangan situasi tersebut dengan cermat, terutama terkait kemungkinan eskalasi konflik yang bisa melibatkan lebih banyak negara di kawasan.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah negara-negara Arab terkait tudingan penggunaan pusat data mereka oleh militer Amerika Serikat.

Namun, ketegangan yang meningkat membuat Timur Tengah kembali berada di bawah bayang-bayang konflik yang lebih besar.

Editor : Agung Sedana
#iran #Pusat data Timur Tengah #Amerika Serikat