Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Spanyol Tarik Dubes dari Israel Secara Permanen, Hubungan Diplomatik Memanas Usai Serangan ke Iran

Bayu Shaputra • Kamis, 12 Maret 2026 - 18:28 WIB

Bendera Spanyol.
Bendera Spanyol.

RADARSITUBONDO.ID - Ketegangan hubungan diplomatik antara Spanyol dan Israel semakin memanas. Pemerintah Madrid resmi menarik duta besarnya dari Tel Aviv secara permanen setelah memburuknya hubungan kedua negara.

Keputusan tersebut diumumkan melalui lembaran resmi pemerintah pada Rabu (11/3/2026). Dalam dokumen itu disebutkan masa jabatan duta besar Spanyol di Israel telah berakhir sejak Selasa (10/3/2026).

Kementerian Luar Negeri Spanyol menjelaskan bahwa untuk sementara Kedutaan Besar Spanyol di Tel Aviv akan dipimpin oleh kuasa usaha atau chargé d'affaires. Jabatan ini berada satu tingkat di bawah duta besar penuh dan biasanya ditunjuk ketika hubungan diplomatik berada dalam situasi sensitif.

Langkah ini menjadi sinyal terbaru bahwa hubungan antara Madrid dan Tel Aviv tengah berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Pemicunya adalah serangan militer gabungan yang dilancarkan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran. Pemerintah Spanyol mengecam keras operasi militer tersebut.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez bahkan secara terbuka menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

Pernyataan keras itu mempertegas sikap Madrid yang sejak awal konsisten menentang eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam beberapa kesempatan, Sánchez menegaskan bahwa Spanyol tidak akan mendukung tindakan militer yang berpotensi memperluas perang di kawasan tersebut.

Sánchez menegaskan posisi pemerintahnya secara lugas melalui video yang diunggah di platform X.

“Posisi pemerintah Spanyol dapat ditegaskan dalam beberapa kata: tidak ada perang,” ujar Sánchez.

Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat meminta sejumlah negara Eropa, termasuk Spanyol, untuk mengizinkan penggunaan pangkalan militer mereka dalam operasi melawan Iran.

Namun pemerintah Spanyol menolak secara tegas permintaan tersebut. Madrid menyatakan tidak akan terlibat dalam operasi militer yang berpotensi memperluas konflik Timur Tengah.

Sikap tersebut sekaligus menegaskan posisi Spanyol sebagai salah satu negara Eropa yang paling vokal menentang eskalasi perang di kawasan tersebut.

Hubungan Spanyol dan Israel sebenarnya sudah mengalami ketegangan sejak pecahnya perang di Gaza Strip pada Oktober 2023.

Spanyol termasuk negara Eropa yang paling keras mengkritik operasi militer Israel di wilayah tersebut. Bahkan Madrid secara resmi mengakui kemerdekaan Palestina di tengah konflik yang masih berlangsung.

Pengakuan tersebut memicu kemarahan pemerintah Israel dan semakin memperburuk hubungan kedua negara.

Bagi Spanyol, langkah itu dianggap sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.

Penarikan duta besar ini bukan yang pertama kali dilakukan Madrid.

Pada September tahun lalu, pemerintah Spanyol sempat memanggil pulang duta besarnya dari Israel sebagai bentuk protes terhadap operasi militer Israel di Gaza.

Saat itu, Madrid juga mengambil langkah tegas dengan melarang pesawat maupun kapal yang membawa senjata menuju Israel menggunakan pelabuhan dan wilayah udara Spanyol.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu tindakan paling keras yang diambil negara anggota Uni Eropa terhadap Israel dalam konteks konflik Gaza.

Keputusan Spanyol untuk menolak keterlibatan dalam operasi militer melawan Iran juga disebut memicu ketegangan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Beberapa laporan menyebutkan Washington tidak puas dengan sikap Madrid yang menolak penggunaan fasilitas militer Spanyol.

Meski demikian, pemerintah Sánchez menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga stabilitas kawasan dan menghindari perluasan konflik bersenjata.

Madrid menilai eskalasi militer hanya akan memperburuk situasi di Timur Tengah dan meningkatkan risiko perang regional yang lebih luas.

Dengan langkah menarik duta besarnya secara permanen dari Israel, Spanyol memperlihatkan sikap diplomatik yang semakin tegas.

Negara itu kini menempatkan diri sebagai salah satu suara paling kritis terhadap kebijakan militer Israel di Eropa.

Pemerintah Sánchez juga terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan hukum internasional, bukan melalui kekuatan militer.

Situasi ini diperkirakan akan semakin mempengaruhi dinamika hubungan politik di kawasan Eropa serta hubungan negara-negara Barat terhadap konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah.

Editor : Agung Sedana
#Konflik Timur Tengah #Dubes Spanyol di Israel