Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kapal Kargo Thailand Jadi Sasaran di Selat Hormuz, 20 Awak Dievakuasi Selamat, Tiga Masih Dicari

Bayu Shaputra • Jumat, 13 Maret 2026 | 06:40 WIB

Kapal kargo Thailand menjadi sasaran serangan Iran di Selat Hormuz.
Kapal kargo Thailand menjadi sasaran serangan Iran di Selat Hormuz.

RADARSITUBONDO.ID - Sebuah kapal kargo berbendera Thailand dilaporkan menjadi sasaran serangan ketika berlayar di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz pada Rabu (12/3). Insiden tersebut memicu operasi penyelamatan besar-besaran setelah sebagian kapal awak terpaksa meninggalkan kapal yang terbakar di tengah laut.

Kapal yang menjadi target serangan itu diketahui bernama Mayuree Naree, sebuah kapal pengangkut curah (bulk carrier) yang tengah berlayar menuju India setelah bertolak dari Pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab.

Angkatan Laut Thailand mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut diserang ketika sedang melewati Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak dan barang paling penting di dunia.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laporan media internasional, pihak militer laut Thailand menyatakan bahwa detail mengenai jenis serangan maupun pelaku masih dalam tahap penyelidikan.

“Rincian spesifik dan penyebab serangan saat ini masih dalam proses investigasi,” demikian pernyataan Angkatan Laut Thailand.

Baca Juga: Menu MBG Mimbaan 003 Disorot Wali Murid, Hanya 4 Kelengkeng dan Jagung Goreng, Dinilai Tak Layak untuk Anak Sekolah

Foto yang dirilis oleh Angkatan Laut Thailand menampilkan kondisi kapal yang mengalami kerusakan serius. Asap hitam tebal tampak membumbung dari lambung dan bangunan atas kapal.

Beberapa sekoci darurat terlihat mengapung di sekitar lokasi kejadian. Hal itu menandakan kapal yang terbangun melakukan penyelamatan darurat untuk menyelamatkan diri dari kapal yang terbakar.

Kapal Mayuree Naree memiliki panjang sekitar 178 meter dengan kapasitas muatan sekitar 30 ribu ton. Kapal tersebut diketahui sedang berlayar menuju pelabuhan Kandla di India saat insiden terjadi.

Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa setelah serangan terjadi, kapal bergerak sangat lambat di perairan dekat pantai Oman. Kecepatan kapal tercatat hanya sekitar satu knot, menandakan kemungkinan kerusakan kapal serius pada sistem navigasi atau mesin.

Baca Juga: Proyek GOR Situbondo Dilaporkan ke Kejaksaan, Biaya Komitmen Aktivis PMII Bongkar Dugaan Rp 3,5 Miliar

Operasi penyelamatan segera dilakukan oleh Angkatan Laut Oman yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.

Sejauh ini, sebanyak 20 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat dari perairan tersebut. Mereka dibawa ke tempat aman untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan perlindungan.

Namun hingga saat ini, masih ada tiga kapal awak lainnya yang belum ditemukan dan proses pencarian masih terus berlangsung.

“Angkatan Laut Oman telah menyelamatkan 20 pelaut dan saat ini upaya masih dilakukan untuk mengevakuasi tiga awak lainnya,” kata pernyataan resmi Angkatan Laut Thailand.

Tim penyelamat terus melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan selamat seluruh kapal yang masih terjaga dapat ditemukan dalam kondisi.

Baca Juga: 4 Hari Hilang Terseret Banjir, Warga Jatibanteng Ditemukan Tewas Membusuk Nyangkut di Pohon Sungai

Menurut informasi Angkatan Laut Thailand, kapal Mayuree Naree dimiliki oleh perusahaan pelayaran Thailand, Precious Shipping yang berbasis di Bangkok.

Perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu operator kapal pengangkut curah hujan terbesar di kawasan Asia Tenggara yang melayani berbagai rute perdagangan internasional.

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian yang menimpa salah satu armadanya tersebut.

Baca Juga: H-11 Lebaran, Arus Mudik Pelabuhan Jangkar Melonjak 60 Persen, ratusan Penumpang Serbu Kapal ke Madura

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia. Beberapa waktu terakhir, situasi keamanan di wilayah tersebut memanas setelah Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah negara tetangganya yang dikenal sebagai eksportir minyak utama.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran yang sangat penting bagi perdagangan global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Setiap kejadian keamanan di kawasan ini berpotensi memicu gangguan besar terhadap rantai pasokan energi global.

Baca Juga: Ngutang Rp 1 Juta Berujung Tagihan Rp 32 Juta, Pasutri di Situbondo Dilaporkan ke Polisi

Sementara itu, laporan dari United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) sebelumnya menyebutkan adanya tiga insiden yang melibatkan kapal dagang di kawasan Teluk pada hari yang sama.

Namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah serangan terhadap kapal Mayuree Naree merupakan bagian dari rangkaian kejadian tersebut atau merupakan peristiwa terpisah.

Otoritas maritim internasional kini tengah menjaga situasi dengan ketat. Negara-negara yang memiliki kepentingan perdagangan di kawasan tersebut juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman terhadap perdagangan.

Investigasi mengenai jenis serangan, pelaku, serta dampaknya terhadap keamanan pelayaran internasional masih terus berlangsung.

Editor : Agung Sedana
#Selat Hormuz #Kapal Thailand diserang #Mayuree Naree